Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ganjar Pilih di Luar Pemerintah daripada Gabung Kabinet Prabowo-Gibran
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo jelang pencoblosan ke TPS di Semarang pada Rabu (14/2/2024). (IDN Times/Aryodamar)

Jakarta, IDN Times - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengaku akan berada di luar pemerintahan pada periode 2024-2029. Dia mengaku, tak akan bergabung di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Saya sampaikan terima kasih, lebih baik diberikan kepada pemenang untuk sebebas-bebasnya memilih dan jauh lebih baik kalau kelompok yang sudah mendukung itu yang diutamakan bukan saya, tidak fair. Kalau saya berada di luar mungkin itu jauh lebih baik karena check and balance pasti akan terjadi dan lebih banyak yang hebat di kelompoknya masing-masing apalagi kalau kita lihat banyak sekali tim atau partai politik yang mendukung paslon, pasti juga punya harapan,” ujar Ganjar dalam keterangannya, Selasa (26/3/2024).

1. Ganjar bebaskan pemenang Pilpres 2024 tentukan kabinetnya sendiri

Calon Presiden Ganjar Pranowo nongkrong bareng Slank dan Slankers di Taman Budaya Semarang, Jawa Tengah (IDN Times/Aryodamar)

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu membebaskan pemenang Pilpres 2024 menentukan kabinetnya sendiri. Ganjar mengaku, tak akan ikut campur.

“Saya bilang kepada relawan, ayo politik bisa agung kalau kita punya integritas yang tinggi, punya niat baik yang sama. Politik menjadi hancur kalau kita hanya bicara kekuasaan,” ucap dia.

2. Ganjar sampaikan ke pendukungnya, perjuangan tidak sia-sia

Ganjar Pranowo saat kampanye akbar di Semarang (IDN Times/Aryodamar)

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyampaikan kepada para pendukungnya, tak ada perjuangan yang sia-sia. Dia meminta para pendukungnya memberikan ruang bagi Prabowo-Gibran memimpin Indonesia.

“Tapi takdir, Allah sudah tentukan. Maka ada banyak yang bisa kita kerjakan untuk rakyat sehingga siapa pun yang ditetapkan oleh KPU dan itu menang, Oktober dia dilantik. Berikan mereka kesempatan untuk memerintah dan kita bisa memberikan dukungan dengan cara macam-macam, yang baik," kata dia.

3. Pemerintah harus tebal telinga bila dikritik

Kampanye akbar Ganjar dan Mahfud di Semarang pada Sabtu (10/2/2024). (IDN Times/Aryodamar)

Ganjar kemudian meminta kepada pemerintahan Prabowo-Gibran untuk tebal telinga apabila mendapat kritik.

"Kita dukung, yang tidak baik kita kritik dan yang berkuasa kalau dikritik telinganya enggak boleh tipis, karena itu kecintaan kita pada Republik,” imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article