Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Jumat (28/8/2026) total ada 87.828 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 26.343 rumah warga masuk kategori kerusakan yang berat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan, pihaknya sudah meminta bantuan kepada pemda untuk melakukan pendataan kerusakan infrastruktur di NTT.
"Tim pendata yang direkrut dari pemda ini sudah diberikan bimbingan teknis atau pelatihan sehingga nanti memiliki standar yang sama untuk menilai bangunan yang rusak," ujar Berton ketika memberikan keterangan pers virtual pada Jumat (28/8/2026).
Dia mengatakan, tim pendata itu akan turun ke lapangan untuk memverifikasi rumah yang mengalami kerusakan. Sementara, jumlah rumah yang mengalami kerusakan ringan mencapai 40.945, sedangkan, 20.540 rumah mengalami kerusakan sedang.
"Angka kerusakan rumah yang mencapai 80 ribu lebih ini bisa bertambah atau berkurang sesuai dengan kriteria yang ada pada kami," ujar dia.
