Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, 2 Orang Meninggal Dunia
ilustrasi gempa (unsplash.com/Anastasia R.)
  • Gempa tektonik Magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu pukul 04.58 WIB, berpusat di laut 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.
  • BMKG menyatakan gempa dangkal ini dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme patahan naik. Gempa sempat berpotensi tsunami, tetapi peringatan tsunami telah dicabut.
  • BNPB melaporkan dua orang meninggal dunia dan masih memantau kerusakan. Warga diimbau tidak memasuki rumah atau bangunan, sementara 37 gempa susulan terjadi dalam dua jam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT, pagi-pagi sekali. Gempa itu terjadi di laut dekat Nagekeo. Dua orang dilaporkan meninggal. BMKG sempat bilang mungkin ada tsunami, tapi peringatannya sudah dicabut. Setelah gempa besar, ada 37 gempa kecil lagi. Warga diminta jangan masuk rumah atau bangunan dulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa bumi ini memiliki parameter update dengan Magnitudo 7,7 pada kedalaman 15 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,41° LS; 121,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 Km arah timur laut Nagekeo, NTT.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault )," demikian keterangan tertulis BMKG.

Akibat gempa ini disebutkan, 2 orang meninggal dunia. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatinkomben BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konperensi pers BMKG bersama BNPB, Sabtu pagi ini.

"Bisa kami sampaikan ada informasi terbaru, ada 2 yang meninggal, kami terus pantau sehingga kami nanti akan keluarkan informasi secara resmi berapa yang meninggal dan berapa kerusakan-kerusakan bangunan akibat gempa ini," ujar Berton.

BMKG menyebutkan gempa ini berpotensi tsunami, namun peringatan tsunami sudah dicabut. Namun Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatinkomben BNPB mengimbau warga untuk menghindari masuk ke dalam rumah atau bangunan.

Hingga dua jam setelah gempa pertama, telah terjadi 37 gempa susulan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article