Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali berbicara soal Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Ia berbicara soal AI melalui video berdurasi 5 menit 51 detik yang diunggah ke kanal YouTube pribadinya.
"Dalam beberapa kesempatan, saya sering menyampaikan bahwa AI bukan lagi masa
depan. AI adalah hari ini," ujar Gibran seperti dikutip dalam video tersebut, Selasa (16/6/2026).
Gibran: AI Adalah Hari Ini, Kita Harus Menjadi Penguasa Teknologi Itu

1. Gibran minta publik kuasai AI
Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan saat ini publik sudah tidak bisa menutup mata dengan adanya AI. Ia meminta masyarakat bisa menguasai AI.
"Kita harus jadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut," ujarnya.
2. Gibran sebut AI bukan alat untuk jadi malas
Putra sulung Presiden ketujuh RI Joko "Jokowi" Widodo itu mengatakan kepada para pelajar bahwa AI adalah alat untuk mempercepat, bukan membuat malas. Menurutnya, AI bisa menjadi asisten pribadi yang dapat membantu belajar.
"Bayangkan, AI sebagai asisten pribadi yang membantu kalian belajar, mencari data, mempelajari bahasa asing lebih cepat, bahkan memahami rumus matematika yang rumit dengan cara yang lebih sederhana," ujarnya.
"AI bisa membantu mengejar ketertinggalan kita. Namun, penguasaan teknologi ini tidak boleh membuat kita kehilangan daya kritis. Gunakan AI untuk memicu kreativitas, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir kalian sendiri," katanya.
3. Gibran sebut AI juga bisa bantu pekerjaan guru
Tak cuma kepada pelajar, Gibran juga berpesan kepada guru dan orang tua perihal AI. Ia berharap para guru dan orang tua tidak menyerah dengan kemajuan teknologi, khususnya AI.
"AI bisa membantu sisi administratif guru baik dalam membuat pertanyaan, menyajikan penjelasan yang lebih sederhana dan diminati murid, serta memberikan contoh kasus yang membuat murid lebih bisa menyerap materi pembelajaran," ujarnya.
"Sehingga bapak ibu punya lebih banyak waktu untuk menyentuh sisi humanis dan karakter murid-murid kita," imbuh Gibran.