Perang berkepanjangan ini akhirnya membuat warga Rusia frustrasi. Mereka merasa semua tempat di negaranya kini berubah menjadi bahaya karena ada ancaman serangan balasan dari Ukraina. Sebab, Ukraina memang kerap meluncurkan serangan balasan tidak terduga ke wilayah Rusia. Mereka bahkan mengaku sulit menikmati liburan bersama keluarga karena takut ada gempuran mendadak dari Kyiv.
Warga Rusia Ngeluh Sulit Nikmati Liburan akibat Perang dengan Ukraina

- Perang Rusia-Ukraina yang memasuki tahun keempat membuat warga Rusia was-was berlibur, termasuk saat ke pantai, karena takut serangan balasan Ukraina dan peringatan udara mendadak.
- Kunjungan wisata domestik Rusia menurun karena warga enggan bepergian jauh. Hotel, restoran, dan resor kehilangan pendapatan, sementara wisatawan makin memilih memesan liburan mendekati keberangkatan.
- Warga Rusia berupaya menjalani hidup normal, tetapi pertukaran serangan berlanjut. Rusia menyerang kota-kota Ukraina, lalu Ukraina menyerang kilang minyak di Volgograd, menewaskan satu orang dan memicu kebakaran.
1. Warga Rusia was-was saat berlibur ke pantai karena takut serangan Ukraina

Seorang warga dari Moskow, Elmira, mengaku dirinya merasa was-was saat berlibur bersama sang suami ke pantai di Anapa, Rusia selatan. Elmira mengaku, sebelum berangkat ke pantai, ia dan suaminya sibuk mengecek situs internet untuk memastikan area pantai yang mereka kunjungi aman dari serangan Ukraina.
"Kami memutuskan untuk mengambil risiko. Kami datang ke sini dan kami tidak menyesal. Kami terus memantau ke mana harus pergi dan apa yang harus dilakukan jika sesuatu terjadi," jelas Elmira.
Elmira mengaku, selama berlibur di pantai, ia dan suaminya selalu merasa waspada. Elmira dan suaminya khawatir tiba-tiba ada peringatan serangan udara dari pasukan Ukraina. Suasana seperti ini lantas membuat liburan yang seharusnya bisa melepas penat berubah menjadi hal yang penuh ancaman.
2. Kunjungan wisata domestik di Rusia anjlok imbas perang dengan Ukraina

Selain membuat warga sulit menikmati liburan, perang dengan Ukraina juga membuat kunjungan wisata domestik di Rusia anjlok. Hal ini disebabkan banyak warga Rusia yang tidak ingin bepergian terlalu jauh untuk menghindari bahaya serangan Kyiv.
Menurut sejumlah pelaku usaha, situasi ini sama sekali tidak menguntungkan. Sebab, usaha mereka yang berada di tempat-tempat wisata, seperti di pantai, misalnya, menjadi sepi pengunjung. Hotel-hotel, rumah makan, dan resor-resor jadi kekurangan pendapatan karena sedikit wisatawan yang pergi berlibur.
"Jangka waktu pemesanan telah menyempit. Orang-orang tidak lagi mau merencanakan jauh-jauh hari, bukan hanya karena mereka berharap menemukan liburan yang lebih murah, tetapi juga karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi besok," keluh seorang manajer di Hotel Dream, Anapa, Anita Kokourova.
3. Warga Rusia sudah berupaya mengabaikan ancaman serangan Ukraina

Sebetulnya, warga Rusia mengaku sudah berupaya untuk mengabaikan ancaman serangan dari Ukraina. Mereka sudah berjuang keras bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa agar bisa menikmati hidup bersama keluarga. Sayangnya, upaya itu gagal karena mereka tetap saja was-was akan serangan balasan dari Kyiv.
Hingga saat ini, Rusia dan Ukraina masih saling bertukar serangan. Serangan terbaru Rusia ke Ukraina terjadi pada Kamis (30/7/2026) lalu. Kala itu, Rusia menyerang sejumlah kota di Ukraina hingga menewaskan sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang.
Serangan Rusia tadi lantas dibalas oleh Ukraina. Pada Jumat (31/7/2026), pasukan militer Ukraina menyerang kilang minyak raksasa Rusia yang ada di Volgograd selatan. Dilansir Moscow Times, serangan itu menewaskan satu orang dan menyebabkan kebakaran hebat di sekitar area kilang.





















