Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, membantah rumor soal dugaan keterlibatan Ketua Umum Bahlil Lahadalia dalam penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Nama Bahlil dikait-kaitkan lantaran muncul narasi di media sosial tentang adanya dugaan ketua umum partai yang terlibat dalam aksi tersebut.
Dalam narasi yang mencuat di media sosial itu, ketua umum parpol tersebut diisukan melakukan rapat koordinasi dengan belasan jenderal yang belakangan ditangkap karena diduga menyadap komunikasi Prabowo. Publik menduga ketua umum yang dirumorkan itu adalah Bahlil.
Sarmuji mengatakan, kabar burung yang tak bisa dikonfirmasi tak perlu direspons.
"Sesuatu yang tidak bisa dikonfirmasi sebenarnya tak perlu dihiraukan," ujar Sarmuji di kantor DPP Partai Golkar pada Jumat (6/11/2026).
Dia kemudian mencontohkan Bahlil yang juga pernah diterpa rumor miring mengenai dugaan penganiayaan seorang perempuan hingga mengalami luka-luka. Sarmuji mengatakan, saat ini partai besar tidak hanya Golkar, tetapi juga ada PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra.
"Kalau ketua umum partai besar yang menganiaya pacarnya itu harusnya satu dari tiga itu ya," kata dia.