Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menilai cara mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengkritik Presiden Prabowo Subianto secara terbuka tidak elegan. Biar bagaimana pun, kata Habiburokhman, Dino pernah menjabat sebagai Wamenlu selama tiga bulan, sehingga ia seharusnya memberikan kesempatan kepada pejabat yang sedang bekerja saat ini.
"Beliau itu kan walau pun cuma tiga bulan jadi Wamenlu, tapi kan tetap mantan pejabat Kemenlu. Menurut saya, ada etika di kalangan orang yang pernah menjabat. Artinya, hormati orang yang saat ini menjabat untuk menjalankan tugasnya dengan baik, tanpa membuat komen atau kritik yang tidak pas," ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Habiburokhman kemudian memberikan contoh dirinya sendiri yang saat ini di parlemen dan juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI. Ketua Komisi III DPR RI terdahulu seperti Bambang Pacul, Trimedya Panjaitan, Herman Herry, dan Benny K. Harman, tak pernah mengkritisinya secara terbuka di ruang publik. Anggota legislatif Gerindra dari Dapil DKI Jakarta itu mengklaim mantan Ketua Komisi III DPR RI tersebut menghormatinya sebagai pimpinan komisi yang saat ini menjabat.
"Saya pun juga kelak tidak lagi (menjabat) sebagai Ketua Komisi III DPR, saya gak akan mengintervensi dan mengolok-olok Ketua Komisi III DPR yang nanti menjabat," tutur dia.
Habiburokhman menilai cara komunikasi yang digunakan Dino tidak pas, sebab cara ia menyampaikan pesan di media sosial memicu publik membandingkan dengan pejabat sebelumnya.
