Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hadapi El Nino, PMI Siapkan 400 Kendaraan untuk Distribusikan Air Bersih
Apel Kesiapsiagaan Kekeringan Tahun 2026 di Gudang Darurat PMI, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • PMI menyiapkan 400 armada, terdiri dari 200 mobil tangki air dan 200 kendaraan operasional, untuk menghadapi dampak kekeringan akibat El Nino 2026.
  • Distribusi air bersih difokuskan ke daerah paling terdampak seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
  • Pada 2023 PMI telah menyalurkan 100 juta liter air bersih kepada jutaan warga di 21 provinsi dan akan terus memantau kondisi kemarau untuk penyesuaian operasi tahun ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
PMI mau bantu orang yang susah air karena musim panas panjang nanti. Mereka siapkan 400 mobil, ada mobil tangki dan mobil bak terbuka. Pak Jusuf Kalla bilang air itu penting buat semua orang. Mobil-mobil itu akan kirim air ke daerah yang kering seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Sekarang mereka siap kalau kemarau datang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan 400 armada untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino 2026. Armada tersebut terdiri dari 200 mobil tangki air dan 200 kendaraan operasional bak terbuka, yang akan dikerahkan ke wilayah terdampak kekeringan.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, mengatakan distribusi air bersih akan diprioritaskan ke daerah yang diperkirakan mengalami kekeringan paling parah, seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kita akan menggerakkan 200 mobil tangki air untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan. Air adalah kebutuhan dasar setiap orang. Saat masyarakat kesulitan memperoleh air, PMI harus hadir secepat mungkin untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi," ujar Jusuf Kalla, di kantor PMI, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

1. Operasi dampak kekeringan ekstrem El Nino

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla memimpin Apel Kesiapsiagaan Kekeringan Tahun 2026 di Gudang Darurat PMI, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026). (YouTube/PMI TV)

Langkah tersebut merupakan bagian dari Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem akibat El Nino 2026 yang disiapkan PMI, menyusul prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa puncak El Nino diperkirakan terjadi pada Juli-September 2026.

Dampak el Nino membuat masa kemarau menjadi lebih panjang, yang berpotensi memicu kekeringan, krisis air bersih, gagal panen, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan.

2. Distribusi sesuai kebutuhan daerah

Apel Kesiapsiagaan Kekeringan Tahun 2026 di Gudang Darurat PMI, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Distribusi air bersih akan dilakukan sesuai kebutuhan di daerah terdampak melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta PMI provinsi dan kabupaten/kota.

3. PMI salurkan 100 juta liter air bersih saat kemarau 2023

Ilustrasi - BPBD Kabupaten Karawang merespons krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda dengan mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jumat (12/6/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Karawang)

Berkaca pada penanganan kekeringan 2023, PMI mengerahkan 126 mobil tangki air dan menyalurkan 100 juta liter air bersih, kepada 5,6 juta jiwa di 21 provinsi dan 131 kabupaten/kota.

PMI menyatakan akan terus memantau perkembangan musim kemarau, dan menyesuaikan operasi distribusi air bersih sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.

Editorial Team

Related Article