Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BMKG: 56 Persen Wilayah Indonesia Lebih Kering Saat Musim Kemarau 2026

BMKG: 56 Persen Wilayah Indonesia Lebih Kering Saat Musim Kemarau 2026
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, saat konferensi pers Perkembangan Musim Kemarau 2026 di Indonesia, Rabu (10/6/2026). (Dok. YouTube.com/BMKG)
Intinya Sih
  • BMKG memprediksi 56,18 persen wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normal pada 2026 akibat pengaruh fenomena El Nino yang mulai aktif pertengahan tahun.
  • Sebanyak 198 zona musim atau 31,60 persen daratan diperkirakan memasuki musim kemarau pada Juni 2026, dengan puncaknya terjadi di Agustus mencakup hampir separuh wilayah Indonesia.
  • Durasi kemarau diprediksi lebih panjang dari biasanya, dengan awal musim datang lebih cepat di banyak daerah; BMKG mengimbau langkah antisipasi seperti pengelolaan air dan mitigasi kebakaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi lebih dari separuh wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari kondisi normal pada 2026. 

Kondisi tersebut dipengaruhi perkembangan fenomena El Nino yang diprediksi mulai aktif pada pertengahan tahun ini.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan sebanyak 482 zona musim (ZOM) atau mencakup 56,18 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami sifat musim kemarau di bawah normal atau lebih kering dibanding kondisi biasanya.

“Secara umum musim kemarau 2026 diprediksi di bawah normal atau lebih kering dari biasanya, yaitu sebanyak 482 zona musim,” kata Ardhasena dalam konferensi pers BMKG, Rabu (10/6/2026).

Table of Content

1. BMKG prediksi lebih banyak wilayah masuk musim kemarau pada Juni 2026

1. BMKG prediksi lebih banyak wilayah masuk musim kemarau pada Juni 2026

BMKG: 56 Persen Wilayah Indonesia Lebih Kering saat Kemarau 2026
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan peta analisis perkembangan musim kemarau 2026, Rabu (10/6/2026). (Dok. YouTube.com/BMKG)

Berdasarkan monitoring perkembangan kondisi iklim terkini, BMKG melakukan pemutakhiran prediksi musim kemarau 2026. Dalam beberapa waktu ke depan, kata Ardhasena, semakin banyak wilayah Indonesia diprediksi memasuki musim kemarau.

BMKG memprediksi sebanyak 198 zona musim atau mencakup 31,60 persen luas daratan Indonesia akan memasuki musim kemarau pada Juni 2026.

Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatra, Kalimantan Barat, sebagian besar Banten, DKI Jakarta bagian selatan, Jawa Tengah bagian tengah dan barat, sebagian kecil Jawa Timur, Kalimantan Tengah bagian tengah, sebagian besar Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Papua bagian timur.

2. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026

BMKG: 56 Persen Wilayah Indonesia Lebih Kering saat Kemarau 2026
Peta prediksi puncak musim kemarau 2026 BMKG (Dok. YouTube.com/BMKG).

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026, yaitu sebanyak 369 zona musim atau 48,4 persen luas daratan Indonesia.

Wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada Agustus meliputi Sumatra bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, Maluku Utara bagian selatan, dan sebagian besar Pulau Papua.

Sementara itu, wilayah lain diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026.

3. Durasi musim kemarau diprediksi lebih panjang dari biasanya

Cuaca panas terasa di Makassar dalam beberapa hari terakhir seiring masa peralihan menuju musim kemarau, Jumat (17/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Cuaca panas terasa di Makassar dalam beberapa hari terakhir seiring masa peralihan menuju musim kemarau, Jumat (17/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. “Sebanyak 437 zona musim atau 48,77 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang dari normalnya,” ujar Ardhasena. 

Ia mengatakan, awal musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih cepat di banyak wilayah Indonesia. BMKG mencatat sebanyak 308 zona musim atau 39,77 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami awal musim kemarau yang lebih maju dibandingkan rata-rata klimatologinya.

BMKG pun mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat melakukan langkah antisipasi di berbagai sektor, mulai dari penyesuaian pola tanam, penguatan cadangan air, kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan, hingga mitigasi penurunan kualitas udara selama musim kemarau berlangsung.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More