Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Heboh MBG Berisi Lele Mentah Ditolak Sekolah, BGN: Itu Marinasi!
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • BGN menjelaskan video viral lele mentah di Program MBG Pamekasan terjadi karena sekolah menolak membuka paket makanan yang sebenarnya berisi menu lengkap termasuk lele marinasi dan lauk bergizi lainnya.
  • Nanik Sudaryati menegaskan setiap menu MBG disusun dengan keseimbangan gizi dan keamanan pangan, serta terus dievaluasi agar distribusi makanan sesuai standar nasional.
  • Ahli gizi SPPG menyebut lele marinasi dipilih untuk menjaga kandungan protein dan ketahanan pangan, sementara sekolah sempat menolak 1.022 porsi karena mengira lele masih mentah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
9 Maret 2026

Video viral menampilkan menu lele mentah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Pihak sekolah menolak ribuan paket makanan karena dianggap tidak layak konsumsi.

10 Maret 2026

Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi bahwa menu MBG sebenarnya terdiri dari lele marinasi dan beberapa komponen lain. BGN menegaskan program disusun dengan standar gizi dan keamanan pangan yang ketat.

kini

BGN terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG agar distribusi makanan sesuai standar dan aman bagi penerima manfaat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times— Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan menu lele mentah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Senin (9/3/2026).

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan bahwa berdasarkan laporan lapangan, paket makanan yang disiapkan oleh SPPG sebenarnya terdiri dari beberapa komponen menu, yakni lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” kata Nanik dalam keterangan, di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

1. Setiap menu dalam Program MBG disusun dengan keseimbangan gizi

Siswa di SDN 5 Nanggalo menikmati menu MBG (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Nanik menegaskan setiap menu dalam Program MBG disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan. Karena itu, setiap laporan atau polemik di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi guna memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan optimal.

“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Nanik.

2. Lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan

SPPG UNISA Yogyakarta. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.

“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Di marinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.

3. Sekolah tolak ribuan MBG berisi lele mentah

Sekolah di Pamekasan tolak MBG berisi lele mentah/@andreli_48

SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani total 3.329 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.

Sebelumnya, beredar sebuah video di tiktok @mgunrom menarasikan sebanyak 1.022 porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, ditolak oleh pihak sekolah.

Penolakan dilakukan setelah ditemukan ikan lele mentah dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa. Menu tersebut diketahui merupakan jatah siswa untuk beberapa hari ke depan.

Pihak sekolah menilai kondisi makanan tidak layak karena ikan lele dimasukkan mentah dalam satu wadah bersama tempe dan tahu. Selain berbau amis, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat merusak makanan lain serta berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

Editorial Team