Jakarta, IDN Times - Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat alami penurunan. Berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pada 31 Agustus 2026 tercatat 272 hotspot.
Kemudian meningkat menjadi 859 pada 1 September, dan kembali turun menjadi 268 pada hari berikutnya.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengingatkan penurunan hotspot tidak otomatis berarti persoalan asap telah selesai. Dia menjelaskan api yang sudah padam tidak lagi terbaca sebagai hotspot pada sistem Sipongi, tetapi asap masih dapat bertahan.
"Api padam tidak terbaca sebagai hotspot di Sipongi, namun itu tidak berarti bahwa tidak ada asap. Teman-teman sendiri lihat sendiri, tidak lagi ada hotspot di sini tapi ini asapnya terus eksis," kata Raja Antoni saat meninjau karhutla di Desa Kuala Dua, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026).
