Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anggota DPR Minta Perlindungan Satwa Masuk Rencana Penanganan Karhutla

Anggota DPR Minta Perlindungan Satwa Masuk Rencana Penanganan Karhutla
Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv soroti karhutla. (dok. DPR RI).
  • Rajiv meminta perlindungan satwa dimasukkan dalam setiap rencana penanganan karhutla.
  • Karhutla disebut mengancam flora dan satwa endemik, termasuk habitat, sumber makanan, dan air.
  • Prabowo menyatakan penanganan karhutla di sejumlah daerah mulai teratasi dan termitigasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah perlindungan satwa masuk rencana penanganan karhutla?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya menimbulkan kabut asap dan mengganggu kesehatan masyarakat, melainkan juga mengancam keberlangsungan berbagai flora dan satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Indonesia.

Rajiv mendorong pemerintah agar perlindungan satwa harus dimasukkan ke dalam setiap rencana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kawasan habitat penting di luar kawasan konservasi juga harus mendapatkan perlindungan melalui koridor ekologis, areal preservasi, dan kerja sama dengan pemegang konsesi dan masyarakat.

”Kemenhut dan Kementerian Lingkungan Hidup perlu memiliki protokol tanggap darurat satwa yang mencakup pemetaan kawasan perlindungan dan koridor satwa, tim penyelamatan dan pelayanan kesehatan satwa, penyediaan habitat sementara, pemantauan pascakebakaran,” kata Rajiv kepada wartawan, Rabu (2/8/2026).

  1. 1. Dorong pemerintah melakukan mitigasi terhadap satwa

    IMG-20260427-WA0012.jpg
    Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv minta reklamasi Pulau Serangan Bali dihentikan sementara. (Dok. DPR RI).

    Politukus NasDem itu menegaskan, Kalimantan merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia. Berbagai spesies endemik dan langka Indonesia seperti burung rangkong, kera bekantan, orang utan, pohon ulin dan banyak spesies anggrek terancam musnah akibat kebakaran.

    ”Bayangkan, Pulau Kalimantan memiliki banyak flora dan fauna langka, ketika hutan terbakar, maka yang hilang bukan hanya pepohonan, melainkan juga sumber makanan, air dan akhirnya habitat hilang, sehingga satwa endemik dan kekayaan genetik kita berpotensi musnah,” kata dia.

    Rajiv mengatakan, satwa yang terdampak bukan hanya mengalami kematian akibat kebakaran, namun yang berhasil menyelamatkan diri pun menghadapi ancaman lanjutan karena kehilangan rumah, sumber pakan bahkan bisa menimbulkan masalah baru dengan masyarakat sekitar hutan.

    ”Kita harus mengantisipasi dan melakukan mitigasi keberadaan satwa yang selamat dan keluar menuju kawasan perkebunan, hutan sekunder, atau permukiman, karena risiko konflik antara satwa dan manusia semakin meningkat,” kata dia.

  2. 2. Pencegahan karhutla harus permanen

    IMG-20260316-WA0000.jpg
    Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rajiv saat memantau harga pangan di Bandung Barat. (Dok. DPR RI).

    Menurutnya, pemulihan ekosistem juga tidak cukup hanya dengan menanam kembali pepohonan, karena rantai makanan dan fungsi ekologis hutan membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk terbentuk kembali.

    Rajiv mendorong pemerintah mengubah pendekatan penanganan karhutla dari yang selama ini dominan bersifat reaktif menjadi pencegahan permanen dan berbasis risiko. Penanganan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penegak hukum hingga masyarakat adat.

    ”Situasi ini harus dilihat sebagai krisis ekologis, bukan sekadar persoalan pemadaman api. Pemerintah perlu membangun sistem komando terpadu yang menghubungkan seluruh stakeholders. Setiap titik panas harus segera diverifikasi di lapangan, ditelusuri sumbernya, dan ditangani sebelum berubah menjadi kebakaran besar," kata dia.

  3. 3. Prabowo targetkan karhutla beres maksimal 2 minggu

    Presiden Prabowo di WEF 2026
    Presiden Prabowo Subianto saat pidato dalam World Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (IDN Times/Uni Lubis)

    Presiden Prabowo Subianto menyebut, penanganan Karhutla di sejumlah daerah mulai teratasi dan termitigasi. Dia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dalam satu hingga dua minggu ke depan. Hal itu disampaikan Prabowo dalam Peluncuran Program PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) yang diselenggarakan di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

    "Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi di beberapa tempat. Saya kira saya berharap dalam satu-dua minggu ini bisa selesai semua," kata Prabowo dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden.

    Prabowo menyebut, berbagai upaya untuk menangani karhutla yang terjadi di tengah ancaman El Nino, meliputi puluhan helikopter, belasan pesawat, serta berbagai teknik penanganan di lapangan. Kepala Negara juga menyebut, pemerintah telah mengerahkan ratusan bor air, ratusan pompa air, dan ribuan personel untuk menangani karhutla.

    "Jadi saya besar hati, saya bangga dengan prestasi petugas-petugas kita di lapangan," ujar dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More