Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Api Ngamuk Karhutla Meluas, Pemkab Ketapang Naikan Status Darurat

Api Ngamuk Karhutla Meluas, Pemkab Ketapang Naikan Status Darurat
Kondisi Karhutla di Ketapang/ Instagram @DLHKetapang
  • Pemkab Ketapang menaikkan status kekeringan dan karhutla menjadi tanggap darurat pada 2 September 2026 karena dampaknya meluas ke kesehatan, pendidikan, transportasi, dan air bersih.
  • Modifikasi cuaca belum bisa dilakukan karena bibit awan belum muncul. Karhutla memicu 803 kasus ISPA, sehingga warga diminta memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
  • Kualitas udara sempat mencapai angka 300, lebih dari 500 hotspot terdeteksi, dan 315 personel dikerahkan. Petugas juga membuat sumur bor serta memburu pelaku pembakaran sengaja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menaikkan status penanganan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga menjadi tanggap darurat pada Rabu (2/9/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah kondisi karhutla di Ketapang semakin memburuk dan mulai berdampak terhadap berbagai sektor, mulai dari kesehatan masyarakat, pendidikan, transportasi hingga ketersediaan air bersih.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, penanganan karhutla saat ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi peningkatan status penanganan karhutla yang dihadiri unsur Forkopimda dan sejumlah kepala perangkat daerah.

  1. 1. Tidak bisa lakukan modifikasi cuaca

    Tim OMC usai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (1/9/2026).
    Tim OMC usai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (1/9/2026). (Dok. BPBD Muba)

    Menurut Alexander, Pemkab Ketapang sebelumnya telah mengusulkan pelaksanaan modifikasi cuaca kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan pemerintah pusat sejak Agustus 2026. Namun, upaya tersebut belum dapat dilakukan karena kondisi alam belum mendukung.

    "Memang Ketapang terkendala kondisi alam sehingga bibit awan belum muncul untuk dilakukannya hujan buatan," ujar Alexander dikutip dalam keterangan di website resmi Pemkab Ketapang, Rabu (2/9/2026).

  2. 2. Masyarakat wajib pakai masker

    IMG-20260901-WA0045.jpg
    Karhutla di kawasan Taman Nasional Tambora. (dok. Balai TNT)

    .Alexander mengatakan, dampak karhutla mulai dirasakan masyarakat, salah satunya dari sisi kesehatan. Hingga saat ini, tercatat 803 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Ketapang. Karena itu, dia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

    "Melihat kondisi sekarang ini, masyarakat yang keluar rumah wajib memakai masker," ujarnya.

  3. 3. Berbagai sektor terdampak

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto mengatakan terdapat sejumlah indikator yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam menaikkan status dari siaga menjadi tanggap darurat. Salah satunya kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Ketapang. Selain itu, kualitas udara sempat mencapai angka 300 dan masuk kategori berbahaya atau tidak sehat.

    Ketapang juga menjadi salah satu wilayah dengan paparan karhutla terparah di Kalimantan Barat. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan. Sejumlah sekolah harus menyesuaikan kegiatan belajar dengan menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) atau pembelajaran secara daring.

    Gangguan juga terjadi pada transportasi darat, udara dan air. Di sisi lain, ketersediaan air bersih mulai menipis dan harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan.

    "Beberapa indikator tersebut yang membuat kita mesti menetapkan status saat ini dari Siaga ke Tanggap Darurat," ujar Repalianto.

  4. 4. Terdapat 500 titik panas

    IMG_0108.jpeg
    Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat melakukan peninjauan karhutla di Berau, Rabu (26/8/2026). (dok. Kemenhut)

    Dandim 1203 Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib mengatakan berdasarkan data lapangan yang dikumpulkan, terdapat lebih dari 500 titik panas atau hotspot. Kodim 1203 Ketapang juga telah mengerahkan 315 personel yang ditempatkan di wilayah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara untuk membantu penanganan karhutla.

    Namun, petugas masih menghadapi kendala di lapangan, terutama sulitnya mendapatkan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Untuk mengatasinya, petugas membangun sejumlah sumur bor dengan kedalaman sekitar 25 hingga 30 meter di sekitar lokasi kebakaran. Selain memadamkan api, Kodim 1203 Ketapang juga menurunkan 15 tim untuk mencari pelaku pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja.

    "Bantuan para Camat dan Kepala Desa dalam bersinergi untuk mencari pelaku pembakaran merupakan salah satu strategi dalam memutus mata rantai api," ujar Zulkarnaen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More