Jakarta, IDN Times – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap berbagai inovasi yang dilakukan Polri untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Salah satunya melalui penerapan metode pertanian modern yang diklaim mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong ketahanan pangan berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Sigit dalam pidato sambutan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Ia mengatakan, Polri tidak hanya terlibat dalam perluasan lahan pertanian, tetapi juga menghadirkan berbagai inovasi teknologi dan pengelolaan hasil pertanian.
"Kami juga menghadirkan sejumlah inovasi seperti penerapan metode pertanian modern, penggunaan bibit unggul, pemanfaatan pupuk organik presisi berbahan enceng gondok, pengembangan mobile rotary dryer, pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket arang, serta pengembangan pupuk presisi berbasis batu bara yang dapat menaikkan pH tanah sekaligus merestorasi unsur hara hingga pembangunan 29 gudang ketahanan pangan Polri," ujarnya.
Menurut Sigit, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Selain meningkatkan hasil produksi, berbagai terobosan itu juga diarahkan untuk memperkuat efisiensi pengelolaan pertanian dan menjaga keberlanjutan sektor pangan.
Sigit optimistis target kemandirian pangan nasional dapat tercapai apabila seluruh elemen masyarakat terus berkolaborasi.
"Kami percaya dengan semangat kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, Indonesia dapat mempertahankan kemandirian dan menjaga ketersediaan pangan nasional yang berkelanjutan," tutur dia.
Dalam kesempatan itu, Sigit juga menjabarkan, Polri berhasil mendorong produksi jagung nasional hingga mencapai 5,7 juta ton. Keberhasilan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Puji syukur sejak tahun 2025 hingga kuartal II 2026 telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton," kata dia.
Sigit menjelaskan, dukungan Polri diwujudkan melalui berbagai program, antara lain pemanfaatan lahan produktif, pekarangan pangan bergizi, pengawasan distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, hingga kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani.
Selain itu, Polri bersama Kementerian Pertanian, para pemangku kepentingan, dan 30.548 kelompok tani terus memperluas penanaman jagung di lahan potensial seluas 1,37 juta hektare.
Tak hanya komoditas jagung, Kapolri mengatakan, Polri juga mendukung pengembangan bawang putih. Polri memfasilitasi 30 kelompok tani di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengembangkan bawang putih di lahan seluas 948 hektare dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.
"Polri juga memfasilitasi 30 Poktan di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur, NTB, untuk mengembangkan komoditas bawang putih melalui penanaman pada lahan seluas 948 hektare dengan hasil panen mencapai 18.960 ton. Kami juga memperluas wilayah tanam di Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus dengan luas lahan mencapai 127,5 hektare," tuturnya.
