Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Demo BEM UI di Bundaran HI, Sahroni Imbau Mahasiswa Hindari Provokasi

Demo BEM UI di Bundaran HI, Sahroni Imbau Mahasiswa Hindari Provokasi
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni imbau mahsiswa yang akan demo di Bundaran HI tidak terprovokasi. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Ahmad Sahroni mengimbau mahasiswa yang akan berdemo di Bundaran HI agar menghindari provokasi dan menyampaikan aspirasi secara kondusif.
  • Polda Metro Jaya menyiapkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan 31 aksi dan 16 kegiatan masyarakat di Jakarta.
  • BEM UI berencana menggelar aksi bertema #MerebutKemerdekaan mulai pukul 13.00 WIB, saat personel polisi dan marinir telah bersiaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setujukah aspirasi disampaikan secara kondusif?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengimbau mahasiswa yang akan menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Selasa (18/8/2026), agar menghindari aksi-aksi yang memprovokasi.

Jangan sampai unjuk rasa mahasiswa untuk mengingatkan pemerintah justru ditunggangi provikator, sehingga demonstrasi berujung kericuhan.

"Ya kan kita gak tahu, menghindari orang-orang yang ingin memprovokasi. Disalurkan oleh adik-adik dengan baik, tiba-tiba ada provokasi yang membuat jadi nanti menyampaikan aspirasinya,, jadi gak baik. Kita hindarin itu," kata Sahroni di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

  1. 1. Ingatkan agar aspirasi disampaikan secara kondusif

    Demo BEM UI di Bundaran HI, Sahroni Imbau Mahasiswa Hindari Provokasi
    Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni jawab surpres Kapolri. (IDN Times/Amir Faisol).

    Politikus Partai NasDem itu berharap, mahasiswa tetap kritis terhadap pemerintah di jalur yang tepat. Ia juga berharap aspirasi mahasiswa yang disampaikan hari ini dapat memberikan satu semangat bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Sahroni juga mengimbau mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya secara kondusif dan menghindari kerusuhan-kerusuhan di lapangan.

    "Mudah-mudahan demo yang cukup baik, menyalurkan aspirasi kepada pemerintah kan sudah baca tuh ya beberapa tuntutan kepada pemerintah dilakukan secara baik-baik saja. Kita hindari hal-hal yang misalnya jangan ada hal-hal yang membuat jadi tidak baik," kata dia.

  2. 2. Polda Metro kerahkan ribuan personel

    Demo BEM UI di Bundaran HI, Sahroni Imbau Mahasiswa Hindari Provokasi
    Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, hingga saat ini situasi kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) masih aman dan terkendali, menyusul heboh gedung-gedung dan mal mendadak memasang pagar tinggi, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

    Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, total terdapat 31 demo, termasuk aksi BEM UI dan 16 kegiatan masyarakat yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

    "Personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Ini terdiri dari Polda Metro Jaya 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel," kata Budi di Polda Metro Jaya, Selasa (18/8/2026).

    Ribuan personel pengamanan aksi dan kegiatan masyarakat itu pun telah digelar di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Selasa pagi. Apel tersebut dipimpin langsung Karo Ops Polda Metro Jaya, Kombes Laode Aries El Fathar.

    Dalam arahannya, Laode mengimbau anggota agar pengamanan unjuk rasa berjalan aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum.

    “Kita semua yang bertugas jangan mudah terpancing emosi, kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta menjadikan penegakan hukum adalah langkah terakhir, ultimum remedium,” ujarnya.

    Ia juga meminta personel intelijen agar mempelajari secara detail titik kumpul massa, fasilitas umum yang dipakai, dan kendaraan yang digunakan, serta dokumentasikan semua narasi yang ada di jalan, baik teriakan maupun tulisan, dan segera laporkan ke pimpinan pada kesempatan pertama.

    “Untuk personil Reskrim sebagai Satgas Gakkum, bila menemukan peserta yang membawa alat berbahaya agar segera diamankan dari awal dan dokumentasikan serta jangan bergerak sendiri-sendiri, tetapi harus berkelompok buddy system, jangan sampai terlepas dari ikatan tim,” ujar Budi.

  3. 3. TNI-Polri mulai siaga di Bundaran HI

    Demo BEM UI di Bundaran HI, Sahroni Imbau Mahasiswa Hindari Provokasi
    Personel Polisi-Marinir Siaga Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI (IDN Times/Yosafat Diva)

    Sementara itu, berdasarkan laporan IDN Times, personel polisi hingga marinir tampak bersiaga di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Di lokasi yang sama, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar aksi mulai pukul 13.00 WIB.

    Sebanyak 15 bus maupun truk tronton penumpang terlihat parkir di pinggir bahu jalan. Kendaraan milik aparat ini berjajar rapi di dekat Pos Polisi Bundaran HI. Namun hingga tulisan ini dimuat, mahasiswa belum tiba ke lokasi.

    BEM UI telah mengumumkan akan menggelar demo dengan tema #MerebutKemerdekaan di Bundaran HI, Jakarta Selatan pada Selasa (18/8/2026). Atas nama rakyat yang belum merdeka sepenuhnya, berikut delapan poin tuntutan BEM UI yang bakal disuarakan:

    1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri

    2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)

    3. Wujudkan reforma agraria sejati

    4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM

    5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP

    6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah

    7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana

    8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More