Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Klaim Berkomunikasi Langsung dengan IRGC Lewat Jalur Belakang

AS Klaim Berkomunikasi Langsung dengan IRGC Lewat Jalur Belakang
Pada 19 Maret 2016, Donald Trump mengadakan rapat umum di Fountain Park, Fountain Hills, Arizona. (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
  • AS mengaku berkomunikasi langsung dengan IRGC lewat jalur belakang saat kesepakatan penghentian permusuhan dengan Iran mendekati akhir masa berlaku; Trump menekan Teheran untuk menyerah.
  • Washington tetap menuntut Iran tidak memiliki senjata nuklir, sementara sengketa Selat Hormuz berlanjut di tengah perundingan Iran-Oman mengenai mekanisme keselamatan pelayaran komersial.
  • AS dan Iran belum sepakat memperpanjang kesepakatan sejak Juni 2026 dan saling menuduh pelanggaran; mediator internasional masih berupaya mempertemukan kedua pihak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengaku tengah menjalin komunikasi langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui jalur belakang, tanpa melibatkan tokoh politik Iran lainnya. Informasi tersebut berasal dari wawancara Fox News ketika kesepakatan sementara untuk menghentikan permusuhan kedua negara memasuki akhir masa berlaku.

Presiden AS Donald Trump menyebut pihak Iran memiliki kemampuan bernegosiasi, tetapi berada dalam tekanan besar.

“Mereka adalah pemain poker yang handal, tetapi mereka meloyo,” kata Trump dalam wawancara melalui telepon bersama wartawan Fox News Trey Yingst pada Senin (17/8/2026).

Trump juga mendesak Iran segera mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah. Kendati tekanan militer dan politik meningkat, Washington menyatakan tak memiliki kebutuhan untuk tergesa-gesa menyepakati perjanjian baru, sementara Trump menolak menghubungkan sikap kerasnya terhadap Teheran dengan agenda pemilihan tengah masa di AS.

  1. 1. AS mempertahankan tuntutan nuklir terhadap Iran

    ilustrasi area nuklir
    ilustrasi area nuklir (pexels.com/Dan Meyers)

    Pemerintah AS kembali menyampaikan tuntutan agar Iran sama sekali tak memiliki senjata nuklir. Persoalan lain muncul di kawasan Selat Hormuz yang diblokade Iran, dengan Trump memperingatkan AS dapat mengebom Oman apabila negara itu dianggap menghambat langkah Washington di jalur pelayaran tersebut.

    Pernyataan itu disampaikan ketika pejabat Iran dan Oman masih menjalankan perundingan selama berminggu-minggu mengenai pengaturan navigasi kawasan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyebut kedua negara tengah menyiapkan deklarasi bersama untuk menjamin keselamatan pelayaran komersial.

    Baghaei menjelaskan mekanisme tersebut menjadi upaya untuk melindungi kepentingan kedua negara pesisir sekaligus menjaga pergerakan kapal komersial.

    “Ini adalah pertama kalinya sebuah mekanisme dikembangkan untuk secara bersamaan melindungi hak-hak kedaulatan dua negara pesisir dan memastikan lalu lintas aman kapal-kapal komersial,” kata Baghaei, dilansir Al Jazeera.

  2. 2. Iran dan AS belum memperpanjang kesepakatan

    ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran
    ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

    Washington dan Teheran belum memperlihatkan kesiapan untuk memperpanjang kesepakatan yang telah berlaku sejak pertengahan Juni 2026. Kedua pihak justru saling menuding telah melanggar ketentuan yang disepakati dalam gencatan senjata, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan melalui Telegram resminya bahwa Teheran belum memutuskan untuk kembali berunding dengan AS.

    Perselisihan mengenai kawasan strategis Selat Hormuz juga terus terjadi di antara kedua negara. Trump sebelumnya membuka kemungkinan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS, sedangkan pemerintah Iran merespons bahwa jalur air tersebut tetap menjadi milik mereka.

    Para mediator internasional masih berupaya mempertemukan kembali Washington dan Teheran dalam perundingan. Upaya itu berlangsung ketika persoalan antara kedua negara belum mendapatkan penyelesaian.

  3. 3. Trump menentukan sikap terhadap konflik regional

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Shealeah Craighead, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Dalam isu regional lainnya, Trump menyebut pilihan terbaik baginya adalah tak mencampuri pemilihan di Israel, meski ia tetap membuka kemungkinan mendukung salah satu kandidat. Mengenai konflik Gaza, Trump meminta Israel menahan serangan militer selama proses pelucutan senjata Hamas berlangsung, serta menyebut AS memiliki saluran komunikasi sendiri dengan Hamas dan menilai kelompok tersebut bekerja sama dengan baik dalam proses penyerahan senjata.

    Trump juga mengecilkan kekhawatiran publik mengenai menurunnya persediaan persenjataan militer AS akibat berbagai operasi yang berlangsung. Menurutnya, jumlah senjata yang telah digunakan masih sangat sedikit dan AS tetap memiliki pasokan yang sangat memadai untuk persenjataan tingkat menengah dalam menghadapi berbagai potensi konflik ke depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More