Jemaah haji mulai lempar jumrah Aqabah usai bermalam di Muzdalifah, Jumat (6/6/2025). (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)
Setelah menjalani puncak haji atau wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah 1447 atau 26 Mei 2026, jemaah haji bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit atau bermalam.
Di Muzdalifah, jemaah menunaikan salat magrib dan isya dengan jamak takhir. Jemaah juga dianjurkan mengambil tujuh kerikil untuk melempar jumrah Aqaba Kubra.
"Kerikil dapat dikumpulkan dari tempat yang sesuai mana pun, tidak harus dari Muzdalifah," demikian imbauan dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj RI) dalam media sosialnya, Instagram, dikutip Rabu (27/5/2026).
Saat melempar jumrah Aqaba Kubra dengan tujuh kerikil di Jamarat pada 10 Zulhijah atau Rabu, 27 Mei 2026, setiap jemaah haji harus mengucapkan takbir pada setiap lemparannya.
Selesai lempar jumrah, jemaah harus menyembelih hadyu atau dam (denda) untuk haji Tamattu dan Qiran. Lalu, jemaah mencukur atau memotong rambut (tahalul). Bagi jemaah laki-laki mencukur lebih utama, sedangkan jemaah perempuan memotong sedikit bagian rambut.
Pada tahalul pertama atau selesai lempar jumrah Aqabah Kubra, jemaah diperbolehkan melakukan segala sesuatu, kecuali berhubungan badan bagi suami istri.
Proses selanjutnya, jemaah melakukan tawaf Ifadah dan sai, yang merupakan rukun haji alias wajib dilakukan semua jemaah haji.