ilustrasi persatuan (pexels.com/Mikael Blomkvist)
Ketika diminta memilih satu nilai Sumpah Pemuda untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mayoritas generasi saat ini memilih nilai persatuan. Hal ini menekankan pentingnya saling menghargai perbedaan yang ada di masyarakat.
Maura Thirza, 22 tahun, memilih nilai persatuan, karena menurutnya perbedaan tidak bisa menjadi alasan saling menjauh. Sebaliknya, justru menjadi kesempatan masyarakat untuk memaknai sesuatu dari cara pandang yang berbeda.
Sementara, Mamduuh Khairunnaas, 24 tahun, mengatakan dengan adanya kemudahan internet saat ini, masyarakat bisa saling terhubung meskipun dalam jangkauan jarak yang saling berjauhan.
“Dengan adanya kemudahan internet, kita sangat mudah menerima informasi apapun itu yang bisa menghubungkan atau memecah belah kita. Jadi kita harus lebih aware sama informasi yang kita terima, agar kita tidak mudah terpecah-belah. Seharusnya internet bisa kita gunakan untuk wujud persatuan itu sendiri agar bisa saling terkoneksi,” kata Mamduuh.
Beragam jawaban tersebut menunjukkan semangat Sumpah Pemuda dapat dimaknai melalui tindakan sederhana yang dekat dengan kehidupan Gen Z. Pada akhirnya, menjaga persatuan bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda menghargai perbedaan dan menerapkan nilai kebangsaan dalam keseharian.