Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sambut Sumpah Pemuda, Tokoh Adat Ajak Papua Jaga Persatuan dan Tradisi

3 min read
Sambut Sumpah Pemuda, Tokoh Adat Ajak Papua Jaga Persatuan dan Tradisi
Masyarakat Adat Papua Awyu berkumpul dalam upacara pemasangan salib di kampung Kowo, Boven Digoel, Papua Selatan (Jurnasyanto Sukarno/Greenpeace)
  • Momentum Sumpah Pemuda mengingatkan generasi muda Papua untuk memperkuat persatuan, melestarikan adat, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

  • Tokoh adat mendorong pemuda Papua memilah informasi, menggunakan teknologi secara bijaksana, serta meningkatkan kualitas diri dan keterampilan.

  • Keamanan dan ketertiban membutuhkan keterlibatan masyarakat, komunikasi, pendekatan damai, serta dukungan tokoh dan aparat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi generasi muda Papua untuk memperkuat persatuan, melestarikan adat istiadat, dan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Tokoh adat dan masyarakat Papua mendorong generasi muda agar menjaga kerukunan, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif dalam memajukan daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  1. 1. Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan tahunan

    gambar masyarakat adat Papua (unsplash.com/Fadhil Abhimantra)
    gambar masyarakat adat Papua (unsplash.com/Fadhil Abhimantra)

    Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Biak Numfor, David Rumansara, mengatakan Sumpah Pemuda tidak seharusnya hanya dipandang sebagai peringatan tahunan.

    Menurutnya, momentum tersebut perlu menjadi pengingat atas perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    David menilai, pemuda Papua memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan melalui partisipasi aktif di berbagai bidang.

    Generasi muda, kata dia, diharapkan mampu menjadi motor perubahan dengan mengembangkan potensi diri, menjaga nilai-nilai budaya, dan membangun hubungan harmonis di tengah masyarakat.

    “Pemuda Papua harus menjadi motor penggerak persatuan, menjaga adat istiadat, dan mengambil bagian dalam pembangunan. Semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar dia dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

  2. 2. Ajak anak muda Papua bijak bermedia sosial

     (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi media sosial yang digunakan anak muda. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Tokoh adat Mananwir-Er Beba Ronsumbre, Nehemia Ronsumbre, turut mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi tantangan perkembangan zaman.

    Menurut dia, pemuda perlu memiliki kemampuan memilah informasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Hal itu penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

    Nehemia mendorong pemuda Papua menggunakan teknologi secara bijaksana, meningkatkan kualitas diri, serta memanfaatkan kesempatan pendidikan dan pengembangan keterampilan untuk mendukung kemajuan daerah.

    Ia menilai, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak harus bertentangan dengan upaya melestarikan adat dan budaya.

  3. 3. Persatuan dan keamanan jadi kunci pembangunan

    0b1cd26c-8521-4cec-9611-6b61ba7e2160.jpeg
    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (1/8/2026). Momentum tersebut menandai komitmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mendukung implementasi program prioritas Presiden. (Dok. Kemendagri)

    Sementara, tokoh agama dan masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, Kirenius Telenggen, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban demi kelancaran pembangunan di Papua Tengah.

    Menurut Kirenius, situasi yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, hingga aparat keamanan.

    Setiap persoalan, kata dia, perlu diselesaikan melalui komunikasi dan pendekatan damai dengan mengutamakan kepentingan bersama.

    “Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan dukungan seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga daerah agar tetap aman dan damai demi kelanjutan pembangunan,” kata Kirenius.

    Ia berharap semangat Sumpah Pemuda dapat mendorong generasi muda Papua memperkuat persaudaraan, menghargai keberagaman, dan berpartisipasi dalam pembangunan.

    Dengan menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta mengedepankan dialog, pemuda Papua diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan daerah yang damai, maju, dan sejahtera.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More