Seorang anak memperhatikan bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Abdul Muhari menjelaskan bahwa pendataan kerusakan bangunan juga mengalami peningkatan seiring bertambahnya laporan dari daerah terdampak. Hingga saat ini, sedikitnya 67 unit rumah dilaporkan terdampak akibat gempa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 unit rumah mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat. Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu–Sigi–Poso yang mengalami amblas.
Kerusakan paling banyak dilaporkan berada di Kabupaten Sigi. Sebanyak 47 unit rumah terdampak, terdiri atas 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
Di wilayah tersebut juga tercatat enam fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran terdampak, satu jembatan terdampak, serta satu unit UMKM mengalami kerusakan. Sementara itu, Kabupaten Poso mencatat lima unit rumah terdampak dan tiga rumah rusak ringan, sedangkan Kabupaten Parigi Moutong melaporkan sekitar 15 unit rumah terdampak.
Adapun di Kota Palu, keretakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III. Satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha juga dilaporkan mengalami kerusakan, sementara pendataan di Kabupaten Donggala masih terus dilakukan.