Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dan Iran akhirnya mencapai kesepakatan damai. Kesepakatan ini diumumkan oleh Presiden Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Minggu (14/6/2026) malam waktu setempat.
5 Fakta Di Balik Kesepakatan Damai AS dan Iran, Apa Saja?

- Amerika Serikat dan Iran resmi mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri perang tiga bulan melibatkan Israel, setelah diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada 14 Juni 2026.
- Pakistan berperan penting sebagai mediator utama dalam proses negosiasi antara AS dan Iran, memanfaatkan kedekatan diplomatiknya dengan kedua negara untuk menurunkan ketegangan.
- Kesepakatan terdiri dari 14 poin termasuk penghentian perang, pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran, pembatasan program nuklir, dan akan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni 2026.
Ada sejumlah fakta menarik yang tersimpan di balik tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Lantas, apa saja fakta-fakta tersebut? Berikut ulasannya. Jangan lupa baca sampai habis.
1. Kesepakatan damai mengakhiri perang Iran melawan AS dan Israel

Kesepakatan damai ini mengakhiri perang antara Iran melawan AS dan Israel yang meletus sejak 28 Februari. Kala itu, perang dipicu karena AS dan Israel menyerang Iran hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi mereka, Mojtaba Khamenei. Serangan tersebut akhirnya berubah menjadi perang panas yang berjalan hampir tiga bulan.
Namun, AS dan Iran kini sudah menyepakati kesepakatan damai. Oleh karena itu, perang antara Iran melawan AS dan Israel resmi berakhir. Sebab, dengan adanya kesepakatan ini, AS dan Israel wajib mengakhiri serangan terhadap Iran. Begitu pula sebaliknya. Iran juga wajib mengakhiri serangan ke AS dan Israel.
2. Kesepakatan damai AS dan Iran diraih berkat mediasi Pakistan

Tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran ini tentu tidak lepas dari peran Pakistan. Sebab, merekalah yang berperan dalam memediasi AS dan Iran agar sama-sama mau menurunkan ego dan mengakhiri perang. Sejak negosiasi perdamaian dimulai pada Maret lalu, Pakistan menjadi jembatan antara AS dan Iran untuk berdialog dan saling bertukar pikiran.
Pakistan sendiri mampu menjadi mediator utama dalam upaya perdamaian AS dan Iran bukan tanpa sebab. Menurut pandangan sejumlah ahli, hal ini karena Pakistan punya posisi geopolitik yang strategis. Di satu sisi, Pakistan dekat dengan Iran. Namun, di sisi lain, mereka juga cukup dekat dengan AS. Inilah yang lantas menjadikan Islamabad dipercaya oleh Washington dan Teheran untuk menjadi mediator mereka.
3. Kesepakatan damai AS dan Iran hampir gagal diraih

Sebetulnya, kesepakatan damai antara AS dan Iran hampir gagal diraih. Sebab, pada awal Juni lalu, Iran sempat menghentikan negosiasi damai dengan AS. Keputusan ini dilakukan sebagai protes karena Israel terus menyerang Lebanon.
Beruntungnya, Teheran akhirnya bersedia kembali melanjutkan negosiasi dengan Washington. Oleh karena itu, usai melewati proses negosiasi panjang, kesepakatan damai antara kedua negara kini berhasil diraih.
4. Kesepakatan damai AS dan Iran terdiri dari 14 poin

Kesepakatan damai AS dan Iran sendiri terdiri 14 poin. Salah satunya adalah penghentian perang di semua pihak, termasuk di Lebanon. Oleh karena itu, penghentian perang juga akan meliputi Israel dan Lebanon karena mereka sudah masuk dalam kesepakatan damai dengan AS.
Dalam kesepakatan tersebut, AS juga bersedia mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran dan menghentikan blokade terhadap semua pelabuhan yang mereka miliki. Dari sisi Iran, mereka bersedia membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, membatasi produksi uranium, dan menghentikan program pengembangan senjata nuklir.
5. Kesepakatan damai AS dan Iran bakal ditandatangani di Swiss

Nota kesepahaman (MoU) mengenai kesepakatan damai AS dan Iran dikabarkan bakal ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6/2026) pekan ini. Setelah ditandatangani, kesepakatan tersebut akan langsung berlaku efektif.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, membenarkan rencana penandatanganan kesepakatan damai dengan AS di Swiss. Ia menyebut kesepakatan damai dengan Negeri Paman Sam bisa diraih berkat kerja sama dan kerja keras semua pejabat di pemerintahan Iran.
"Hal ini tercapai berkat tindakan dan kerja keras para gubernur (Iran). Semua orang membantu dan sementara musuh mengira negara akan hancur selama perang. Situasinya dikelola dengan baik dan hal itu (negara hancur) tidak terjadi," kata Pezeshkian kepada Tasnim News Agency.
















