Jakarta, IDN Times - Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, mengatakan seluruh pemangku kepentingan di daerah harus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tidak hanya itu, setiap pejabat baik Kapolda, Kapolres hingga Panglima Kodam dapat digeser atau mempertaruhkan jabatannya dalam penanganan karhutla.
Hal ini disampaikan Menhan usai Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla Tahun 2026 di kantor Kementerian Kehutanan, Kamis (18/6/2026). Rakoor turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, dan Wakil Menteri Kehutanan Rokhmad Marzuki.
Menurut Djamari, pemerintah akan menerapkan evaluasi ketat terhadap kinerja aparat dan pimpinan daerah dalam mengendalikan karhutla. Ia menegaskan jabatan para pejabat terkait menjadi taruhan apabila gagal menjalankan tugas pencegahan dan penanganan kebakaran.
“Tetap berlaku (pemindahan jabatan), bukan hanya Kapolda, Kapolres, sampai Panglima Kodam juga, Danrem, tetap itu mempertaruhkan jabatannya tadi saya ingatkan,” ujar Djamari.
