Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Waspada Kekeringan, BMKG Sebut 73 Persen Wilayah Indonesia Sudah Kemarau

Waspada Kekeringan, BMKG Sebut 73 Persen Wilayah Indonesia Sudah Kemarau
Ilustrasi kekeringan (unsplash.com/Elimende Inagella)
Intinya Sih
  • BMKG merilis peringatan dini kekeringan meteorologis untuk Dasarian III Juli 2026, dengan tingkat Waspada, Siaga, dan Awas di berbagai wilayah Indonesia.
  • Sekitar 73 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau; BMKG mengimbau masyarakat hemat air, hindari pembakaran lahan, dan kurangi aktivitas luar ruangan siang hari.
  • BMKG juga memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat serta kemunculan Bibit Siklon Tropis 92W yang bisa memicu angin kencang dan gelombang tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan yang berlaku pada periode 21-31 Juli 2026. Berdasarkan pemantauan BMKG, sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia masuk dalam kategori, waspada, siaga, hingga awas.

“Halo, Sobat BMKG. Berikut ini kami sampaikan informasi Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis wilayah Indonesia untuk Dasarian III Juli 2026,” tulis BMKG lewat akun Instagram, @infobmkg, pada Kamis (23/07/2026). 


1. BMKG keluarkan peringatan dini kekeringan di sejumlah wilayah

kekeringan
Ilustrasi kekeringan (magnific.com)

BMKG mengelompokkan wilayah terdampak potensi kekeringan ke dalam tiga tingkat peringatan. Berikut rinciannya: 

  1. Waspada: Beberapa kabupaten/kota di Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.
  2. Siaga: Beberapa kabupaten/kota di Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
  3. Awas: Beberapa kabupaten/kota di DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

2. BMKG beri imbauan bagi masyarakat yang sudah memasuki musim kemarau

ilustrasi musim kemarau (pexels.com/AlesVeluscek)
ilustrasi musim kemarau (pexels.com/AlesVeluscek)

BMKG menyebutkan, sekitar 73 persen wilayah Indonesia saat ini telah memasuki musim kemarau. Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari apabila memungkinkan.

“Bagi masyarakat yang wilayahnya sudah mengalami musim kemarau agar menghemat air dan menggunakannya dengan bijak, tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari jika memungkinkan,” tulis BMKG.


3. Hujan masih terjadi di beberapa wilayah di Indonesia

Ilustrasi hujan
Ilustrasi hujan (Unsplash.com/Alvin Leopold)

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada 23 hingga 25 Juli 2026.

Potensi hujan di sejumlah wilayah tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi dengan tingkat risiko waspada, siaga, hingga awas. Sehingga, masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi dampaknya. 

Selain itu, BMKG melaporkan kemunculan Bibit Siklon Tropis 92W yang diprediksi akan meningkat menjadi kategori siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Sehingga, masyarakat diminta untuk mengantisipasi kemungkinan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More