Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Muncul Bibit Siklon Tropis 92W, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Muncul Bibit Siklon Tropis 92W, Masyarakat Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
Citra satelit siklon tropis 23 Juli 2026 (Dok. BMKG)
Intinya Sih
Gini Kak
  • BMKG melaporkan Bibit Siklon Tropis 92W terbentuk di Laut Filipina utara Papua dengan kecepatan angin awal 30 knot dan tekanan udara minimum 1002 hPa.
  • Bibit siklon diprediksi berkembang jadi siklon tropis dalam 24–48 jam, bergerak ke barat laut menuju Laut Cina Selatan dengan potensi angin hingga 45 knot.
  • Sistem ini berpotensi memicu cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan angin kencang di wilayah timur Indonesia; BMKG imbau masyarakat pesisir serta pelayaran tetap waspada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kemunculan Bibit Siklon Tropis 92W yang mulai terbentuk pada 21 Juli 2026 pukul 01.00 WIB di Laut Filipina utara Papua, dan berada di dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. 

BMKG mengungkap, berdasarkan analisis pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 92W berada di sekitar 15,9° LU 129,6° BT. Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 30 knot (56 kilometer per jam) dengan tekanan udara minimum 1002 hPa. 


1. Diperkirakan menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan

Gambar pusaran siklon tropis
Gambar pusaran siklon tropis (pexels.com/Pixabay)

Dikutip dari bmkg.go.id, BMKG memprediksi Bibit Siklon Tropis 92W akan meningkat menjadi kategori siklon tropis dalam 24 jam ke depan. BMKG memperkirakan, sistem akan bergerak ke arah barat laut menuju posisi sekitar 18,4° LU dan 124,1° BT, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam serta tekanan udara minimum 998 hPa. 

Dalam 48 jam ke depan, menurut BMKG, intensitas sistem diprakirakan kembali meningkat dengan kecepatan angin maksimum mencapai 45 knot atau sekitar 83 kilometer per jam. BMKG memperkirakan sistem akan terus bergerak ke arah barat laut hingga keluar dari wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta menuju Laut Cina Selatan. 


2. Berpotensi memicu cuaca ekstrem, angin kencang, hingga gelombang tinggi

Jajaran pohon kelapa di tepi pantai meliuk tajam tertiup angin kencang di tengah badai kabut putih yang tebal.
Ilustrasi cuaca ekstrem akibat terjangan angin kencang dan hujan lebat dari bencana badai topan (typhoon). (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

Bibit Siklon Tropis 92W berpotensi menimbulkan dampak terhadap cuaca dan kondisi perairan yang ada di beberapa wilayah di Indonesia.

Berdasarkan perkiraan BMKG, berikut wilayah yang berpotensi terdampak:

  1. Cuaca ekstrem 
  • Sulawesi Utara 
  1. Gelombang tinggi 
  • Perairan Kep. Sangihe
  • Perairan Kep. Talaud
  • Laut Maluku bagian utara
  • Samudera Pasifik utara Halmahera bagian selatan
  • Samudera Pasifik utara Papua Barat
  • Samudera Pasifik utara Halmahera bagian utara
  1. Angin kencang  
  • Maluku Utara
  • Sulawesi Utara
  • Maluku

3. BMKG minta masyarakat pesisir dan pelayaran tetap waspada

Kawasan Pesisir Indonesia
Kawasan Pesisir Indonesia

Dalam unggahan di Instagram resmi BMKG, @infobmkg, BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir serta nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak Bibit Siklon Tropis 92W. 

Masyarakat juga diminta mengantisipasi kemungkinan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah terdampak serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG sebelum beraktivitas, khususnya di laut. 

“Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” tulis BMKG dalam postingan Instagram @infobmkg yang dipublikasikan pada Kamis (23/07/2026).


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More