Pelanggar Lalu Lintas di Jakarta Bakal Ditegur Lewat Speaker CCTV

- Dinas Perhubungan DKI Jakarta meluncurkan program 'CCTV Jakarta Takeover' yang memanfaatkan kamera CCTV dengan pengeras suara untuk menegur langsung pelanggar lalu lintas di beberapa simpang ibu kota.
- Pengeras suara telah dipasang di enam titik utama seperti Harmoni, Patung Kuda, dan Bundaran Senayan, dengan kolaborasi figur publik untuk menyampaikan pesan keselamatan secara interaktif kepada pengguna jalan.
- Program ini bertujuan membangun budaya disiplin berlalu lintas melalui pendekatan edukatif berbasis teknologi, mengingatkan masyarakat agar lebih tertib dan sadar keselamatan di jalan raya.
Jakarta, IDN Times – Jangan kaget jika pengendara tiba-tiba mendapat teguran langsung dari suara yang tak tampak saat menerobos lampu merah atau berhenti melewati garis henti di persimpangan Jakarta. Lewat program "CCTV Jakarta Takeover," Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kini memanfaatkan kamera CCTV yang terhubung dengan pengeras suara untuk memberikan teguran dan edukasi langsung kepada pengguna jalan yang tidak tertib.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan, program program edukasi keselamatan berlalu lintas “CCTV Jakarta Takeover” tersebut menjadi yang pertama di Jakarta dengan memanfaatkan speaker di simpang lalu lintas sebagai media edukasi keselamatan yang melibatkan kolaborator.
“Kami memanfaatkan speaker di simpang lalu lintas sebagai media edukasi keselamatan dengan menggandeng kolaborator agar pesan yang disampaikan lebih dekat dengan masyarakat. Harapannya, cara ini dapat meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk lebih disiplin dan menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebiasaan bersama,” ujar Budi, dalam keterangan, Rabu (8/7/2026).
1. Pengeras suara di enam simpang lalu lintas

Saat ini, pengeras suara telah tersedia di enam simpang lalu lintas, yakni Harmoni, Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah, Bundaran Senayan, dan Simpang Millenium.
Dalam program perdana tersebut, Dinas Perhubungan menggandeng kolaborator, yaitu Anastasia Putri (Mpok Caca) dan Komika Yudhabrajamusti, untuk menyampaikan imbauan keselamatan secara langsung kepada masyarakat melalui CCTV.
"Edukasi telah dilakukan oleh Mpok Caca dan Bang Yudhabramasta di Simpang Millenium, Bank Indonesia, dan Sarinah. Ke depan, Dinas Perhubungan juga akan menambah titik speaker melalui survei di sejumlah simpang lalu lintas agar jangkauan edukasi semakin luas," kata dia.
2. Pengguna jalan diingatkan agar tertib

Melalui program ini, masyarakat diingatkan untuk mematuhi lampu lalu lintas, berhenti di belakang garis henti, menggunakan helm dan sabuk pengaman, mengutamakan pejalan kaki, serta tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara.
"Program ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya disiplin berlalu lintas melalui pendekatan yang lebih dekat, kreatif, dan relevan dengan masyarakat," kata dia.
3. CCTV terintegrasi dengan pengeras suara

Pemanfaatan CCTV yang terintegrasi dengan pengeras suara juga sejalan dengan pengembangan pengawasan berbasis teknologi untuk meningkatkan keselamatan di jalan.
“Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin berlalu lintas. Ke depan, edukasi melalui speaker di simpang lalu lintas akan terus dilakukan secara rutin oleh petugas Dinas Perhubungan sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat,” ucap Budi.




















