Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jakarta Zona Merah Judi Online, Empat Besar Jumlah Pemain Terbanyak
Ilustrasi Judol (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • PPATK menetapkan Jakarta sebagai zona merah judi online, dengan Jakarta Barat dan Jakarta Timur menempati posisi kedua dan ketiga nasional dalam jumlah pemain serta total deposit mencapai lebih dari Rp1 triliun.
  • Cengkareng tercatat sebagai kecamatan dengan pemain judi online terbanyak di Jakarta, disusul Cakung, Tanjung Priok, dan Kebayoran Lama yang juga menunjukkan aktivitas tinggi.
  • Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebut tahun 2025 sebagai tonggak bersejarah karena Indonesia berhasil menekan transaksi judi online secara signifikan untuk pertama kalinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2025

PPATK mencatat Indonesia berhasil menekan transaksi judi online secara signifikan sepanjang tahun 2025, menjadikannya tonggak baru dalam pemberantasan judi online.

3 Februari 2026

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyampaikan capaian penurunan transaksi judi online tahun 2025 dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

25 Juni 2026

PPATK merilis laporan melalui media sosial yang menempatkan wilayah Jakarta dalam zona merah judi online dengan jumlah pemain terbanyak kedua hingga keempat secara nasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Jakarta masuk dalam zona merah judi online dan menempati empat besar daerah dengan jumlah pemain terbanyak di Indonesia, berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
  • Who?
    PPATK melaporkan data tersebut, sementara wilayah yang tercatat meliputi Jakarta Barat, Jakarta Timur, serta kecamatan seperti Cengkareng, Cakung, Tanjung Priok, dan Kebayoran Lama.
  • Where?
    Kegiatan judi online terdeteksi di berbagai wilayah DKI Jakarta, terutama di Jakarta Barat dan Jakarta Timur; secara nasional juga mencakup Kabupaten Bogor dan Kota Bandung.
  • When?
    Laporan PPATK dipublikasikan pada Kamis, 25 Juni 2026. Pernyataan tambahan mengenai penurunan transaksi judi online disampaikan pada rapat kerja 3 Februari 2026.
  • Why?
    Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi konsentrasi aktivitas judi online yang tinggi di sejumlah wilayah serta memantau efektivitas upaya pemberantasan setelah penurunan signifikan pada tahun 2025.
  • How?
    PPATK menganalisis data transaksi keuangan mencurigakan dan menghimpun jumlah pemain serta total deposit per wilayah. Hasilnya diumumkan melalui media sosial resmi lembaga tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang di Jakarta main judi di handphone. Katanya Jakarta jadi tempat merah karena banyak banget yang main. Di Jakarta Barat ada paling banyak kedua, terus Jakarta Timur ketiga. Di Cengkareng juga banyak sekali orang mainnya. Pak Ivan dari PPATK bilang dulu tahun 2025 jumlah judi online sempat turun dan itu kabar bagus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun laporan PPATK menunjukkan tingginya aktivitas judi online di Jakarta, sisi positifnya terlihat dari keberhasilan lembaga tersebut menekan transaksi secara signifikan pada tahun 2025. Capaian ini menandakan adanya kemajuan nyata dalam pengawasan dan penegakan hukum, sekaligus menunjukkan bahwa upaya pemberantasan praktik ilegal tersebut mulai membuahkan hasil konkret.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Wilayah Jakarta masuk dalam zona merah judi online, yakni empat besar daerah dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Indonesia.

Laporan PPATK menyebut Jakarta Barat menempati posisi kedua secara nasional dengan 89.320 pemain dan total deposit mencapai Rp600,6 miliar.

"Sementara Jakarta Timur berada di posisi ketiga dengan 81.750 pemain dengan total deposit sebesar Rp425,9 miliar," tulis PPATK dalam media sosial resmi, Kamis (25/6/2026)

1. Empat wilayah terbanyak dari Jakarta

Infografis persebaran Judol / (dok Instagram)@PPATK

Secara nasional, Kabupaten Bogor berada di posisi pertama dengan 103.092 pemain dan deposit Rp414,4 miliar, disusul Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kota Bandung di posisi keempat dengan 80.549 pemain serta deposit Rp341,7 miliar.

PPATK juga mencatat, dari 10 wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak, sebanyak empat wilayah berasal dari DKI Jakarta, empat dari Jawa Barat, dan dua dari Banten.

2. Pemain judi online terbanyak di Cengkareng

Infografis persebaran Judol / (dok Instagram)@PPATK

Tak hanya pada level kota, pemetaan hingga tingkat kecamatan juga menunjukkan konsentrasi pemain judi online yang tinggi di sejumlah titik Jakarta. Cengkareng tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah pemain terbanyak, yakni 21.497 pemain.

Setelah Cengkareng, wilayah dengan jumlah pemain tinggi lainnya adalah Cakung sebanyak 14.664 pemain, Tanjung Priok sebanyak 13.769 pemain, serta Kebayoran Lama dengan 9.948 pemain.

3. PPATK berhasil tekan judi online pada 2025

PPATK berikan alasan blokir rekening (Dok. PPATK)

PPATK juga pernah mengklaim Indonesia berhasil menekan transaksi judi online sepanjang 2025. Penurunan tersebut disebut sebagai capaian bersejarah karena untuk pertama kalinya aktivitas judi online dapat ditekan secara signifikan dalam satu tahun berjalan.

Hal itu disampaikan Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Meski menyebut adanya penurunan, Ivan tidak memaparkan secara rinci angka transaksi judi online dalam forum tersebut.

Ivan mengatakan, 2025 menjadi tonggak baru dalam upaya pemberantasan judi online di Indonesia. Menurut dia, sepanjang tahun tersebut terjadi penurunan transaksi yang belum pernah tercapai sebelumnya.

"Tahun 2025 adalah sejarah baru dan baru pertama kalinya Indonesia berhasil menekan transaksi terkait dengan judi online," ujar Ivan.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap maraknya praktik judi online yang selama beberapa tahun terakhir mendominasi laporan transaksi keuangan mencurigakan di Indonesia.

Editorial Team

Related Article