Peserta JAKIM Meninggal, Pramono Janji Evaluasi Event Lari di Jakarta

- Seorang peserta BTN Jakarta International Marathon 2026, Agus Putranadi, meninggal dunia diduga akibat serangan jantung dan dehidrasi saat mengikuti kategori Le Minerale Half Marathon.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan mengevaluasi penyelenggaraan event lari di ibu kota, terutama terkait kesiapan layanan kesehatan dan penanganan darurat bagi peserta.
- Meski terjadi insiden, JAKIM 2026 tetap mencatat perputaran ekonomi lebih dari Rp255 miliar yang memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Jakarta.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan mengevaluasi event lari yang akan digelar di Jakarta, menyusul adanya seorang peserta yang meninggal dunia saat mengikuti event BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026. Pramono mengatakan peserta tersebut meninggal diduga karena mengalami serangan jantung dan dehidrasi.
"Memang betul ada yang meninggal satu orang karena diduga ada serangan apa jantung kepada yang bersangkutan, kemudian mengalami dehidrasi. Jadi kita akan memperbaiki hal itu, terutama dalam hal perawatan dan juga ketersediaan kesehatan," ucap Pramono di Balai Kota, Rabu (24/6/2026)
1. Persiapan JAKIM maksimal

Meski demikian, Pramono mengatakan, acara JAKIM yang berlangsung pada 13 sampai 14 Juni 2026 sudah disiapkan secara maksimal mulai ambulans, dokter, perawat, apabila dibandingkan dengan event lari lain ditangani Pemerintah DKI Jakarta.
"Dibandingkan dengan acara-acara lari yang pernah ditangani oleh Pemerintah DKI Jakarta, kemarin itu, secara all out untuk ambulans, kemudian dokter, perawat, dan sebagainya sudah sangat-sangat cukup. Ya tapi ini namanya juga kejadian ya," ucapnya.
2. Perputaran uang JAKIM Rp255 miliar

Meski demikian, Pramono menyampaikan, acara JAKIM juga memberi dampak ekonomi yang signifikan. Menurutnya, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut mencapai lebih dari Rp255 miliar.
"Tetapi yang tidak kalah pentingnya, kami ingin menyampaikan JAKIM kemarin multiplier effect ekonominya lebih dari Rp255 miliar, lebih dari itu. Dan itu secara signifikan memberikan dampak ekonomi, tetapi tentunya kami akan memperbaiki hal itu," katanya.
3. Seorang peserta JAKIM meninggal dunia

Diketahui, salah seorang peserta kategori Le Minerale Half Marathon, Agus Putranadi, meninggal dunia pada Minggu, 14 Juni 2026. Kepergian pria kelahiran 1997 itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan, serta komunitas pelari.
Panitia penyelenggara melalui unggahan resmi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Agus. Dalam pernyataannya, panitia BTN Jakarta International Marathon 2026 mengaku turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya salah satu peserta mereka.
"Turut berduka cita atas meninggalnya Agus Putranadi (1997–2026) pada Minggu, 14 Juni 2026. Segenap panitia penyelenggara BTN Jakarta International Marathon 2026 menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya salah satu peserta kategori Le Minerale Half Marathon," ucapnya.
Sementara, Humas BTN Jakarta International Marathon, Agas, membenarkan adanya laporan mengenai peserta yang meninggal dunia. Namun, pihaknya belum bisa mengungkap kronologi detail.
















