Jakarta, IDN Times - Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR/DPR, DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) menyampaikan sejumlah catatan terhadap kebijakan pemerintah. Salah satu perhatian utama organisasi tersebut tertuju pada tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sikap tersebut disampaikan melalui pernyataan kebangsaan bertajuk “Ambeg Paramarta”. PA GMNI menilai program sosial berskala besar seperti MBG memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Sekjen DPP PA GMNI, Abdy Yuhana, mengatakan alumni GMNI mendukung kebijakan jaring pengaman sosial yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, program dengan penggunaan anggaran publik dalam skala besar perlu didukung perencanaan, kajian kelayakan, pengawasan, serta mekanisme evaluasi yang memadai.
"Program berskala besar yang menggunakan sumber daya publik harus memiliki standar tata kelola, pengawasan, transparansi, keamanan, dan akuntabilitas yang tinggi. Evaluasi terhadap berbagai persoalan dalam pelaksanaan program tidak boleh dipandang sebagai bentuk penolakan, tetapi sebagai mekanisme demokratis untuk memperbaiki kebijakan agar tepat sasaran," ujar Abdy Yuhana, Kamis (13/8/2026).
