Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jenis-Jenis Gunung Api di Indonesia, Anak Krakatau Masuk Tipe A
Gunung Illi Lewotolok di NTT erupsi pada Minggu, 6 September 2026 malam. (Badan Geologi ESDM)
  • Badan Geologi mencatat 127 gunung api Indonesia yang diklasifikasikan berdasarkan riwayat erupsi dan tanda aktivitas vulkanik menjadi Tipe A, B, dan C.
  • Sebanyak 76 gunung Tipe A memiliki catatan erupsi magmatik sejak 1600 dan dipantau intensif, termasuk Merapi, Semeru, Anak Krakatau, Kerinci, serta Sinabung.
  • Terdapat 30 gunung Tipe B dengan gejala vulkanik tanpa erupsi magmatik setelah 1600, serta 21 Tipe C tanpa catatan erupsi sejarah namun bertanda aktivitas masa lampau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
dalam sejarah manusia

Gunung api Tipe C tidak diketahui pernah erupsi, tetapi masih memiliki tanda kegiatan masa lampau berupa solfatara atau fumarola lemah.

sejak tahun 1600

Gunung api Tipe A tercatat mengalami sedikitnya satu erupsi magmatik.

sesudah tahun 1600

Gunung api Tipe B belum mengalami erupsi magmatik, namun masih menunjukkan gejala aktivitas seperti solfatara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Badan Geologi mencatat 127 gunung api di Indonesia yang diklasifikasikan menjadi Tipe A, Tipe B, dan Tipe C berdasarkan riwayat erupsi serta tanda aktivitas vulkanik.
  • Who?
    Badan Geologi melakukan klasifikasi dan pemantauan gunung api Indonesia; masyarakat menggunakan informasi resmi terkait perubahan aktivitas vulkanik.
  • Where?
    Gunung api tersebut tersebar di Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.
  • When?
    Catatan erupsi magmatik sejak tahun 1600 digunakan untuk membedakan Tipe A dan Tipe B; waktu pembaruan data 127 gunung per saat ini belum diketahui.
  • Why?
    Pengelompokan dilakukan karena setiap gunung memiliki riwayat erupsi dan tanda aktivitas vulkanik yang berbeda, termasuk solfatara atau fumarola.
  • How?
    Sebanyak 76 gunung masuk Tipe A, 30 Tipe B, dan 21 Tipe C. Pemerintah memantau aktivitas melalui jaringan pemantauan gunung api dan informasi Badan Geologi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Indonesia punya 127 gunung api. Badan Geologi membaginya jadi tiga tipe. Ada 76 Tipe A yang pernah meletus sejak tahun 1600, seperti Merapi dan Semeru. Ada 30 Tipe B yang belum meletus lagi, tapi masih ada tanda kegiatan. Ada 21 Tipe C yang letusannya tidak diketahui. Pemerintah terus melihat gunung-gunung ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengelompokan 127 gunung api ke dalam tiga tipe memberi gambaran yang lebih terukur tentang perbedaan riwayat erupsi dan gejala vulkaniknya. Catatan tersebut, bersama pemantauan intensif pada Tipe A serta pengawasan terhadap Tipe B, mencerminkan tersedianya dasar informasi resmi yang membantu masyarakat memahami bahwa aktivitas gunung api memiliki tingkat dan karakter yang beragam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak gunung api. Berdasarkan data Badan Geologi, terdapat 127 gunung yang masuk klasifikasi gunung api di Indonesia.

Meski termasuk dalam daftar gunung api, kondisi dan riwayat aktivitas setiap gunung tidak sepenuhnya sama. Badan Geologi membaginya ke dalam tiga kategori, yakni tipe A, tipe B, dan tipe C.

Pembagian tersebut didasarkan pada riwayat erupsi serta tanda-tanda aktivitas vulkanik yang masih ditemukan di tiap gunung.

Kategori tipe A pernah erupsi sekurang-kurangnya sejak 1600 dan masih erupsi relatif baru. Tipe B tidak punya catatan sejarah letusan magmatik sejak 1600, tetapi masih memperlihatkan gejala kegiatan vulkanik.

Kemudian, tipe C tidak memiliki catatan sejarah letusan, tapi masih memperlihatkan jejak atau tanda-tanda aktivitas vulkanik pada tingkat lemah. Lalu, tipe D belum pernah tercatat meletus sejak 1600, tapi menunjukkan kegiatan solfatara berupa gas atau uap belerang.

1. Gunung Tipe A yang masih mempunyai catatan erupsi

Visual erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, Minggu (16/6/2024) dengan ketinggian 1.000 meter di atas puncak. (ANTARA/HO-PVMBG)

Dari total 127 gunung api, sebanyak 76 di antaranya masuk tipe A. Gunung api dalam kategori ini memiliki catatan erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sejak 1600.

Gunung-gunung dalam kategori ini tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Sumatra yang mempunyai 12 gunung tipe A, 19 gunung berada di Jawa, 22 di Bali-Nusa Tenggara, 11 di Sulawesi, dan 13 gunung di Maluku.

Tipe A mencakup sejumlah gunung api yang cukup dikenal masyarakat, seperti Gunung Merapi, Semeru, Anak Krakatau, Marapi, Kerinci, Sinabung, Gede, Tangkuban Parahu, hingga Gunung Lewotobi Laki-laki.

Riwayat erupsi tersebut membuat gunung api tipe A menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan pemantauan aktivitas secara intensif oleh pemerintah melalui jaringan pemantauan gunung api.

2. Gunung tipe B yang tidak menunjukkan erupsi setelah 1600

Kawasan lereng Gunung Merbabu. (IDN Times/Dhana Kencana)

Berdasarkan data Badan Geologi, sebanyak 30 dari 127 gunung api masuk kategori tipe B. Gunung api tipe ini merupakan gunung yang sesudah 1600 belum lagi mengalami erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan solfatara.

Gunung tipe B tersebar di berbagai wilayah antara lain 12 gunung di Sumatra, 10 di Jawa, 2 di Bali-Nusa Tenggara, 2 di Sulawesi, dan 3 di Maluku.

Beberapa contoh gunung api tipe B antara lain Gunung Sibayak, Argopura, Patuha, Merbabu, Lawu, Rajabasa, Ungaran, Sumbing, dan Klabat.

Karena masih memiliki manifestasi aktivitas vulkanik, gunung-gunung tersebut tetap termasuk dalam klasifikasi gunung api Indonesia, dan terus menjadi bagian dari pemantauan pemerintah.

3. Gunung Tipe C tidak memiliki catatan erupsi dalam sejarah

ilustrasi erupsi Gunung Ili Lewotolok (pexels.com/Pavel)

Sementara, sebanyak 21 gunung api dikategorikan tipe C. Gunung api tipe ini merupakan gunung yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkat lemah.

Sebaran wilayah gunung api tipe C antara lain, 6 gunung berada di Sumatra, 5 di Jawa, 5 di Bali-Nusa Tenggara, dan 5 di Sulawesi. Sementara di Maluku, tidak ada catatan mengenai gunung tipe C.

Beberapa contoh gunung api yang masuk kategori tipe ini antara lain Jaboi, Kawah Kamojang, Kawah Manuk, Poco Leok, dan Lahendong.

Dengan demikian, status setiap gunung api tidak dapat hanya dilihat dari apakah gunung tersebut sedang erupsi atau tidak. Karena itu, masyarakat perlu memahami istilah gunung api aktif tidak selalu berarti gunung tersebut sedang erupsi.

Aktivitas gunung api dapat berubah setiap saat, sehingga pemantauan dan informasi resmi dari Badan Geologi tetap menjadi rujukan penting bagi masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article