Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengadakan gebyar Sekolah Lansia Online Pintar di 65 kelurahan di Jakarta Timur (dok. Istimewa)
Salah satu strategi yang dikembangkan Kemendukbangga/BKKBN adalah Lansia Berdaya (SIDAYA). Berdasarkan publikasi resmi Kemendukbangga/BKKBN pada 12 April 2026, SIDAYA adalah strategi tingkatkan potensi dan peran lansia dalam kehidupan publik maupun pribadi.
Program ini dukung lansia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat melalui tiga pilar active ageing, yakni lansia yang sehat, merasa aman, serta mampu berpartisipasi sesuai minat dan potensinya.
SIDAYA menyasar lansia berusia di atas 60 tahun. Implementasinya antara lain melalui Sekolah Lansia, yang memberikan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan. Peserta juga dapat mengikuti jenjang pendidikan hingga S1, S2, dan S3 dalam skema Sekolah Lansia. Selain itu, SIDAYA mencakup home care berbasis komunitas bagi orang tua yang tidak mendapatkan perawatan dari anak, bantuan bagi lansia, serta pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas dan RSUD tanpa rujukan.
Kemendukbangga/BKKBN menyebut pemberdayaan dalam SIDAYA dilakukan sesuai kapasitas atau kemampuan lansia. Sasaran tidak langsung program ini juga mencakup pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, sektor swasta, keluarga, komunitas, perguruan tinggi, akademisi, dan media.
Namun, dalam publikasi resmi mengenai SIDAYA tersebut, belum disebutkan adanya program magang kerja nasional yang secara khusus menempatkan lansia ke dunia kerja seperti sejumlah skema yang diterapkan di negara lain. Maka pwrlu dibedakan bahwa sejumlah program di luar negeri memperlihatkan kesempatan produktif bagi lansia tidak selalu berbentuk magang formal. Jepang, misalnya, menyediakan pekerjaan paruh waktu dan ringan melalui pusat sumber daya manusia senior.
Amerika Serikat memiliki pelatihan kerja berbayar bagi kelompok lansia tertentu, sedangkan Singapura mendorong keberlanjutan hubungan kerja dan peningkatan keterampilan.
Di Indonesia, SIDAYA memiliki cakupan lebih luas karena turut mencakup kesehatan, kemandirian, dan dukungan keluarga. Namun, informasi resmi yang ditelusuri dalam bahan ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Indonesia telah memiliki program magang kerja lansia berskala nasional seperti yang secara khusus ditujukan untuk penempatan kerja.