Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kampanye Likud, Netanyahu Pamer Operasi Militer di Gaza hingga Iran

3 min read
Kampanye Likud, Netanyahu Pamer Operasi Militer di Gaza hingga Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (UK Government, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Benjamin Netanyahu membuka kampanye Likud di Tel Aviv menjelang pemilu 27 Oktober, menonjolkan operasi militer Israel dan mengklaim hanya partainya mampu menjamin keamanan nasional.
  • Netanyahu berjanji menuntaskan operasi sejak 2023, menjatuhkan rezim Iran serta menghancurkan Hizbullah dan Hamas, sambil menolak konsesi wilayah dan menegaskan kehadiran pasukan di Gaza, Lebanon, serta Suriah.
  • Kampanye berlangsung di tengah korban besar di Lebanon dan Gaza, persaingan ketat melawan blok Gadi Eisenkot, serta tuduhan kejahatan perang dan kasus korupsi yang dibantah Netanyahu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu resmi membuka kampanye pemilu Partai Likud di Tel Aviv, Kamis (17/9/2026). Dalam acara tersebut, dia menyampaikan pidato politik yang menonjolkan rangkaian operasi militer Israel di Jalur Gaza, Lebanon, Suriah, dan Iran.

Langkah ini diambil Netanyahu menjelang pelaksanaan pemilu legislatif yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Dia menegaskan penolakannya terhadap konsesi teritorial dan mengeklaim bahwa dirinya dan partainya merupakan satu-satunya yang mampu menjamin keamanan nasional Israel.

  1. 1. Janji tuntaskan operasi militer dan tolak konsesi wilayah

    Militer Israel lakukan penempatan ulang di kompleks Masjid Al-Aqsa.
    Militer Israel lakukan penempatan ulang di kompleks Masjid Al-Aqsa. (Stop The Wall from Palestine, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Di hadapan para pendukungnya di Tel Aviv, Netanyahu menegaskan tekadnya untuk melanjutkan operasi militer dan menuntaskan misi yang telah berlangsung sejak 2023. Dilansir The Times of Israel, dia menuduh lawan-lawan politiknya berniat melakukan konsesi teritorial demi menjamin keamanan. "Misi harus diselesaikan; kita harus menjatuhkan rezim Iran dan menghancurkan Hizbullah serta Hamas secara total," kata Netanyahu.

    Netanyahu kemudian menunjuk kehadiran pasukan militer Israel di Lebanon, Suriah, dan Gaza sebagai bukti nyata dari arah kebijakannya. Dia melontarkan klaim bahwa "kami mengambil tanah alih-alih memberikannya" kepada pihak lain. Pemimpin Partai Likud tersebut juga mengulang klaim bahwa dia telah mengubah wajah Timur Tengah dan berikrar akan melakukannya kembali tanpa merinci rencana langkah berikutnya.

  2. 2. Eskalasi konflik kawasan dan pelanggaran kesepakatan Lebanon

    Israel Defense Forces (Pasukan Pertahanan Israel)
    Israel Defense Forces (Israel Defense Forces, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

    Pidato kampanye tersebut mengemuka di tengah berlanjutnya eskalasi militer skala luas di berbagai front kawasan. Dilansir TRT World, Lebanon dan Israel sempat menandatangani perjanjian kerangka kerja yang disponsori Amerika Serikat di Washington pada 26 Juni lalu. Kesepakatan itu memuat ketentuan mengenai penarikan bertahap tentara Israel serta pengerahan militer Lebanon di wilayah yang dikosongkan pasukan Israel, tetapi pasukan Israel dilaporkan tetap mempertahankan pendudukannya di wilayah selatan.

    Otoritas Lebanon mengumumkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel sepanjang 2 Maret hingga 17 September telah mencapai 4.386 orang dan 12.407 lainnya luka-luka. Secara akumulatif, korban tewas di Lebanon sejak 8 Oktober 2023 menyentuh 8.953 jiwa serta 30.643 korban luka. Sementara itu, gempuran di Jalur Gaza telah menewaskan hampir 80 ribu warga Palestina menurut laporan pejabat setempat, dengan estimasi para pakar menduga angka kematian riil bisa melampaui data resmi tersebut dan mencapai sekitar 200.000 jiwa.

  3. 3. Persaingan ketat pemilu dan jeratan hukum Netanyahu

    ilustrasi pemilu
    ilustrasi pemilu (unsplash.com/Element5 Digital)

    Pemilihan umum pada 27 Oktober mendatang diprediksi oleh berbagai survei jajak pendapat bakal berlangsung sengit. Netanyahu memimpin blok koalisi yang ditopang oleh faksi sayap kanan jauh serta kelompok sekutu ultra-Ortodoks. Blok tersebut berhadapan langsung dengan kubu berhaluan tengah pimpinan Gadi Eisenkot yang menghimpun dukungan gabungan partai-partai dari spektrum kanan maupun kiri.

    Upaya pemenangan pemilu ini bergulir saat kepemimpinan Netanyahu terus dihujani kritik akibat kegagalan pemerintahannya mencegah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023. Selain sedang diburu oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan perang di Gaza, dia menjadi kepala pemerintahan pertama Israel yang duduk di kursi terdakwa kasus korupsi. Menghadapi rentetan proses hukum tersebut, Netanyahu membantah tuduhan korupsi yang diarahkan kepadanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More