Jakarta, IDN Times - Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, menyatakan korban dalam kecelakaan Commuterline dengan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek 4 rute Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), bisa saja bertambah. Sebab, sampai sekarang proses evakuasi masih berlangsung.
Sejauh ini, sudah ada tiga orang yang meninggal dunia akibat insiden tersebut. Data ini, dijelaskan Syafii, berdasarkan data terakhir pada pukul 23.30 WIB.
"Jadi, proses evakuasi yang pertama sedang berjalan. Kemudian, terkait dengan jumlah korban, tentunya belum bisa kami declare. Tapi, tadi dari Wakil Ketua DPR RI, Pak Dasco, didampingi Pak Kapolda tadi kan juga sudah memberikan informasi awal, bahwa terkait dengan jumlah korban dan sementara informasi ada tiga korban yang terevakuasi dalam kondisi meninggal," kata Syafii, saat dihubungi IDN Times.
Syafii menegaskan, dengan proses evakuasi yang masih berjalan, jumlah korban masih memungkinkan untuk bertambah. Mulai dari korban luka, hingga korban jiwa.
"Dan, kemungkinan karena proses evakuasi ini masih berjalan, korban bisa bertambah. Jadi, perkembangan jumlah korban tentunya ini saya yakin belum bisa di-declare berapa yang meninggal, luka berat, dan trauma, akibat kejadian tersebut," kata Syafii.
