“(Volodymyr) Zelensky yang pengangguran telah menyerang kapal dagang Iran hingga menewaskan seorang pelaut. Sebuah pelanggaran (terhadap) Piagam PBB yang terang-terangan dilakukan atas perintah Israel untuk menyeret Eropa ke dalam perangnya," kecam Araghchi dalam sebuah unggahan di X pada Minggu (26/7/2026) dikutip Times of Israel.
Ukraina Ogah Ribut dengan Iran soal Serangan di Laut Kaspia

- Ukraina menyerang kapal kargo Iran di Laut Kaspia pada 25 Juli 2026, karena disebut membawa pasokan senjata untuk Rusia; serangan menewaskan seorang awak dan melukai lainnya.
- Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga menghubungi Abbas Araghchi untuk mengklarifikasi serangan dan mendorong penyelesaian damai, dengan menekankan pencegahan eskalasi.
- Iran sempat mengancam balasan terhadap Ukraina, sementara Rusia mengecam aksi tersebut sebagai serangan teroris dan menyerukan ancaman itu dinetralisir.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Ukraina menegaskan tidak ingin memperpanjang masalah dengan Iran usai mereka menyerang kapal Teheran di Laut Kaspia. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, mengatakan, pihaknya lebih mengutamakan jalan damai untuk menyelesaikan perkara tersebut. Sybiga mengatakan, ia sudah menelepon Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Selasa (28/7/2026) untuk memberikan klarifikasi soal serangan Ukraina ke kapal Iran di Laut Kaspia.
"Diplomasi adalah tentang percakapan langsung. Bahkan, ketika itu sulit. Saya menekankan bahwa tujuan kita adalah untuk menghindari eskalasi yang tidak perlu," tulis Sybiga dalam sebuah unggahan di X, seperti dikutip The New Arab.
1. Ukraina menyerang kapal kargo Iran di Laut Kaspia pada pekan lalu

Ukraina sendiri menyerang kapal kargo Iran yang sedang berlayar di Laut Kaspia pada Sabtu (25/7/2026) pekan lalu. Kala itu, serangan dilakukan untuk mencegah Rusia mendapatkan pasokan senjata. Sebab, menurut keterangan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, kapal milik Teheran tersebut membawa pasokan senjata untuk Moskow. Serangan ini dilaporkan telah menewaskan satu awak kapal. Sementara itu, beberapa awak kapal lainnya mengalami luka-luka.
2. Iran sebelumnya mengancam Ukraina akan mendapatkan balasan

Sebelum melakukan percakapan telepon dengan Sybiga, Araghchi mengatakan bahwa Ukraina akan mendapatkan “Balasan tidak terduga” karena telah menyerang kapal Iran di Laut Kaspia. Ancaman itu disampaikan pada Senin (27/7/2026). Beruntungnya, Araghchi kini mau berkompromi usai diajak melakukan dialog damai oleh Sybiga.
“Saya menekankan perlunya menahan diri dari langkah-langkah eskalasi apa pun serta mengakhiri dukungan apa pun untuk perang Rusia melawan Ukraina,” lanjut Sybiga dalam pernyataannya.
3. Rusia menuduh Ukraina melakukan serangan teroris

Rusia ikut mengecam serangan Ukraina ke kapal Iran yang sedang berlayar di Laut Kaspia. Juru Bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan, Ukraina sengaja melakukan serangan teroris terhadap kapal Iran yang berlayar di sana. Oleh karena itu, serangan semacam itu harus diantisipasi agar tidak terulang kembali.
"Ancaman ini harus dinetralisir dan dihancurkan sepenuhnya," kata Peskov dilansir Jerusalem Post.





















