Jakarta, IDN Times – Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan, pembekalan Bela Negara yang diikuti 29 pelajar ke barak militer yang berada di di Standby Force Tentara Nasional Indonesia (TNI), Citeureup, Kabupaten Bogor bukan program Pemprov DKI.
Pembekalan tersebut merupakan tindak lanjut dari program Polda Metro Jaya di bawah Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO).
"Kita ikut programnya Polda yang berada di bawah Direktorat PPA," kata Nahdiana saat dihubungi IDN Times, Rabu (9/9/2027).
Nahdiana mengatakan, keterlibatan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dalam program tersebut berawal dari undangan yang disampaikan Polda Metro Jaya. Menurut dia, undangan serupa juga diberikan kepada Dinas Pendidikan pemerintah daerah lainnya.
"Saya lihat juga, Polda itu karena anak-anak ini berada di bawah Dinas Pendidikan pemerintah daerah. Kami dasarnya dari undangan mereka, karena dinas lain juga sama dengan posisi DKI Jakarta.” kata dia.
Nahdiana mengatakan, 29 peserta sebelumnya berada di Polda Metro Jaya setelah aksi demonstrasi. Namun, dia belum dapat memastikan apakah seluruh peserta tersebut terlibat dalam aksi demonstrasi atau tidak.
"Yang pada saat kemarin habis demo memang mereka ada di Polda, tapi apakah mereka ikut demo semua dari 29 anak itu atau tidak, aku belum sampai sejauh itu," kata Nahdiana.
Nahdiana mengatakan, para siswa mengikuti pembekalan dengan pendampingan dari pihak terkait. Sebelum berangkat, peserta juga diwajibkan mendapatkan persetujuan dari orang tua.
"Persetujuan orangtua, diantar orang tua. Nanti kami jemput setelah selesai," ujar dia.
