Arab Saudi menjelaskan, serangan Houthi menghantam situs energinya yang ada di Provinsi Abha, Khamis Mushait, Jizan, dan Najran. Serangan tersebut telah melukai setidaknya 73 warga sipil, termasuk seorang perempuan dan anak kecil.
Houthi Serang Situs Energi di 4 Provinsi Arab Saudi, 73 Orang Terluka

- Houthi menyerang situs energi di Abha, Khamis Mushait, Jizan, dan Najran, Arab Saudi, pada Selasa pagi, melukai sedikitnya 73 warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak.
- Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan serangan memicu kebakaran di beberapa lokasi serta penghentian sementara sejumlah operasi fasilitas dan instalasi energi di wilayah selatan kerajaan.
- Houthi menyebut serangan sebagai balasan atas sekitar 120 serangan udara Riyadh, sementara Arab Saudi mengecamnya dan menyatakan akan membalas bersama sekutu regional.
Jakarta, IDN Times - Milisi Yaman, Houthi, dikabarkan telah melakukan serangan ke situs energi yang ada di empat provinsi Arab Saudi pada Selasa (8/9/2026). Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Pemerintah Arab Saudi melalui pernyataan tertulis.
1. Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi serangan Houthi

ilustrasi serangan (pexels.com/Edu Raw) Kementerian Energi Arab Saudi juga mengonfirmasi serangan Houthi yang menghantam situs energi di Provinsi Abha, Khamis Mushait, Jizan, dan Najran. Kementerian tersebut mengatakan, serangan Houthi terjadi pada Selasa pagi. Selain menimbulkan korban luka, kementerian itu menyebut serangan Houthi menimbulkan kebakaran hebat di sekitar situs energi yang menjadi target.
“Beberapa fasilitas dan instalasi sektor energi di wilayah selatan kerajaan terkena dampak pada Selasa pagi. Serangan-serangan itu melukai sejumlah warga sipil dan penduduk serta memicu kebakaran di beberapa lokasi yang memaksa penghentian sementara beberapa operasi," bunyi pernyataan resmi Kementerian Energi Arab Saudi, seperti dilansir Al Jazeera.
2. Houthi melakukan serangan untuk membalas Arab Saudi

Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar. (commons.wikimedia.org/Wasfi Akab) Dalam sebuah pernyataan, Houthi menjelaskan, serangan terbaru yang dilakukan ke Arab Saudi merupakan balasan karena Riyadh telah menyerang mereka terlebih dahulu. Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, mengatakan, dalam tiga hari terakhir, Riyadh sudah melakukan sekitar 120 serangan udara ke pasukan Houthi.
“Angkatan bersenjata Yaman melakukan operasi militer skala besar dan jarak jauh menggunakan puluhan rudal balistik dan drone (terhadap Arab Saudi),” kata Saree dalam pernyataannya yang disiarkan stasiun televisi Yaman dikutip BBC. Saree menambahkan bahwa Arab Saudi sebelumnya melakukan serangan ke lima provinsi yang ada di Yaman, yakni Provinsi Marib, Al-Bayda, Hudaydah, Taiz, dan Jawf.
3. Arab Saudi mengecam serangan Houthi

potret bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran) Arab Saudi mengecam keras serangan yang dilakukan Houthi ke situs energinya. Seorang jenderal militer Arab Saudi, Turki Al-Maliki, dalam pernyataannya mengatakan, serangan itu merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran berat yang dilakukan Houthi terhadap kedaulatan wilayah Arab Saudi.
Al-Maliki mengatakan, Arab Saudi akan membalas semua serangan Houthi yang telah melukai warganya. Ia menambahkan, Riyadh akan bekerja sama dengan negara-negara sekutu di Timur Tengah untuk memberikan balasan kepada milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris tersebut.
Perang antara Houthi dan Arab Saudi sendiri sudah meletus sejak Juli lalu. Perang ini dipicu karena Houthi menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi yang ketika itu sedang berlayar di Selat Bab el-Mandeb. Serangan itu lantas dibalas oleh Riyadh. Dari situlah bentrokan antara kedua pihak dimulai dan masih berlangsung hingga saat ini.




















