Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AHY Jawab Tafsir Pidatonya yang Dikaitkan Pilpres 2029

AHY Jawab Tafsir Pidatonya yang Dikaitkan Pilpres 2029
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meluruskan terkait polemik pidato politik jelang Pemilu 2029. (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • AHY menegaskan pidato politiknya bukan deklarasi Pilpres 2029, melainkan refleksi 25 tahun Partai Demokrat dan penyusunan arah perjuangan partai ke depan.
  • Polemik muncul setelah AHY menyebut kekuasaan sebagai amanah rakyat yang berbatas waktu; Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia menafsirkannya sebagai sinyal kesiapan Pilpres 2029.
  • Setelah 10 tahun di luar pemerintahan, Demokrat kembali mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan bertekad membantu program pemerintah agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) buka suara soal pidato politiknya yang ditafsirkan sebagai sinyal maju pada Pilpres 2029. Dia menyebut pidato tersebut merupakan bagian dari refleksi 25 tahun Demokrat, dan penyusunan arah perjuangan partai ke depan.

“Artinya, kami insyaallah ingin menjadikan pengalaman 25 tahun sebagai bagian dari menyusun babak baru ke depan. Kami mohon doa restu dari segenap masyarakat sekalian, banyak kekurangan kelemahan yang mungkin acap kali kami lakukan, tetapi niat kami adalah untuk terus memperbaiki diri, berbenah, dan terus menghadirkan peran yang baik untuk masyarakat kita," kata AHY usai agenda puncak HUT ke-25 Demokrat, di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam.

AHY mengatakan Demokrat kini kembali berada di pemerintahan, setelah 10 tahun berada di luar pemerintahan. Dia menyebut partainya ingin menjadi bagian dari solusi dan memastikan program pemerintah memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Tentu tantangan zaman terus berubah, harapan rakyat juga terus bertambah, dan kini Demokrat yang setelah 10 tahun berada di luar pemerintahan kembali di pemerintahan bersama Presiden Prabowo Subianto. Tekad kami adalah turut menjadi bagian dari solusi, ingin memastikan bahwa pemerintahan juga bisa sukses menjalankan berbagai amanah rakyat, termasuk melalui program-program yang juga bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat kita," kata dia

Polemik pidato AHY muncul setelah ia dalam pidato HUT ke-25 Demokrat pada Sabtu, 5 September 2026 menyampaikan bahwa kekuasaan merupakan amanah rakyat dan memiliki batas waktu. Pernyataan itu kemudian dibaca Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia sebagai sinyal kesiapan AHY menghadapi Pilpres 2029.

AHY mengatakan pengalaman 25 tahun Demokrat akan menjadi modal untuk menghadapi babak berikutnya. Dia juga meminta doa restu masyarakat agar partainya dapat terus memperbaiki diri.

“Dengan semangat Demokrat bersama rakyat memajukan ekonomi, menegakkan keadilan dan menjaga demokrasi. Mohon doa restunya semoga kami bisa terus amanah dalam menjalankan tugas-tugas hari ini dan ke depan," ujar AHY.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More