Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KAI Akan Bangun Tugu di Stasiun Bekasi Timur untuk Kenang Korban Kecelakaan Kereta
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin. (IDN Times/Imam Faishal)
  • PT KAI berencana membangun tugu di Stasiun Bekasi Timur untuk mengenang korban kecelakaan kereta yang terjadi pada 27 April 2026.
  • Ratusan buket bunga dan doa dari masyarakat memenuhi area Stasiun Bekasi Timur sebagai bentuk belasungkawa bagi para korban kecelakaan.
  • Kecelakaan maut terjadi akibat tabrakan antara KRL Cikarang–Jakarta dan Kereta Argo Bromo Anggrek, menewaskan 16 orang serta melukai 91 lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Terjadi tabrakan maut antara KRL Cikarang arah Jakarta dan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya luka-luka.

1 Mei 2026

Warga bernama Ida berdoa untuk para korban di depan ratusan buket bunga yang memenuhi Stasiun Bekasi Timur sebagai bentuk kepedulian masyarakat.

4 Mei 2026

Ratusan buket bunga masih memenuhi lantai dua Stasiun Bekasi Timur. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memerintahkan penyiraman buket bunga dan mengumumkan rencana pembangunan tugu peringatan di lokasi tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT KAI berencana membangun tugu peringatan di Stasiun Bekasi Timur untuk mengenang korban kecelakaan antara KRL dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada 27 April 2026.
  • Who?
    Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, bersama jajaran karyawan dan masyarakat yang turut memberikan buket bunga sebagai bentuk belasungkawa kepada para korban kecelakaan.
  • Where?
    Pembangunan tugu akan dilakukan di area Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, lokasi terjadinya tabrakan maut antara dua rangkaian kereta tersebut.
  • When?
    Kecelakaan terjadi pada Senin malam, 27 April 2026. Rencana pembangunan tugu diumumkan pada Senin, 4 Mei 2026, dan disebut akan segera dimulai dalam waktu dekat.
  • Why?
    Tugu dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban meninggal dan luka-luka akibat kecelakaan kereta serta untuk mengenang peristiwa tragis yang mengguncang masyarakat.
  • How?
    Bobby Rasyidin memerintahkan karyawan menjaga buket bunga kiriman warga di stasiun serta menyiapkan pembangunan tugu dengan dukungan internal perusahaan dan partisipasi masyarakat sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kecelakaan kereta di Bekasi Timur, dua kereta tabrakan dan banyak orang terluka dan meninggal. Orang-orang sedih lalu taruh banyak bunga dan surat doa di stasiun. Pak Bobby dari KAI bilang mau bikin tugu supaya semua orang ingat korban. Sekarang bunga-bunga disiram biar tetap segar sampai tugunya jadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rencana PT KAI membangun tugu di Stasiun Bekasi Timur menunjukkan kepedulian dan empati mendalam terhadap para korban kecelakaan. Inisiatif ini, bersama dengan upaya menjaga buket bunga kiriman masyarakat, mencerminkan semangat kebersamaan serta penghargaan terhadap nilai kemanusiaan yang tumbuh di tengah duka, memperlihatkan bahwa solidaritas tetap hidup meski dalam situasi sulit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, berencana membuat tugu di Stasiun Bekasi Timur. Hal itu dilakukan untuk mengenang seluruh korban kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

Bobby juga menyampaikan, telah memerintahkan karyawannya untuk menyiram buket bunga yang diberikan masyarakat di Stasiun Bekasi Timur.

"Kalau bisa tahan selama mungkin (keberadaan buket bunga di Stasiun Bekasi Timur). Tadi kan mintanya disiram, ya kita siram. Itu satu. Kemudian tadi juga ada, kita mau bikin tugu di sini ya. Oke, tolong didukung ya," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Senin (4/5/2026).

1. Pembangunan tugu segera dimulai

Ratusan buket bunga di Stasiun Bekasi Timur. (IDN Times/Imam Faishal)

Bobby mengatakan, pembangunan tugu di Stasiun Bekasi Timur akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Segera kita mulai," jelas Bobby.

Sebelumnya, pasca-peristiwa kecelakaan KRL dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek tersebut, ratusan buket bunga dengan surat berisikan doa memenuhi lantai dua Stasiun Bekasi Timur, hingga Senin, 4 Mei 2026.

Ratusan buket bunga itu berasal dari pengguna commuterline (KRL) dan masyarakat, sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban meninggal dan luka-luka akibat kecelakaan tersebut.

2. Penumpang doakan korban kecelakaan kereta

Ratusan buket bunga di Stasiun Bekasi Timur. (IDN Times/Imam Faishal)

Salah satu warga bernama Ida, mengaku sempat berdoa untuk para korban di depan ratusan buket bunga, sebelum melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan commuterline.

"Biar diterima di sisi Allah, semoga diterima, mereka pejuang keluarga. Saya melihat (kondisi) kereta aja stres, lihat yang dempet-dempetan susah masuk. Mereka pejuang semoga diterima di sisi Allah, diampuni dosa-dosanya,” kata Ida, Jumat, 1 Mei 2026.

3. Kronologi kejadian

Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). (IDN Times/Imam Faishal)

Diketahui, tabrakan maut antar KRL dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di pelintasan sebidang tanpa palang pintu.

Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang berada di Stasiun Bekasi Timur terhambat, sehingga rangkaian KRL tersebut tak bisa melaju.

Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi Surabaya hingga kecelakaan tak terhindarkan. Akibat peristiwa itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.

Editorial Team