"Dengan daerah dengan rusak tertinggi adalah di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Ngada," kata Berton.
Menhan Sjafrie Kawal Langsung Bantuan Gempa NTT di Hari Kemerdekaan RI

- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengawal pengiriman 20,9 ton bantuan kemanusiaan dengan Airbus A400M ke Labuan Bajo bagi korban gempa NTT, termasuk tenda, pangan, obat, dan perangkat komunikasi.
- TNI mengerahkan personel, alutsista, serta dukungan pencarian-evakuasi, kesehatan, dapur lapangan, pembukaan akses, dan distribusi logistik di Flores selama masa tanggap darurat.
- Data BNPB dan Basarnas mencatat 202 korban, termasuk 70 meninggal dan 132 luka-luka; gempa susulan mencapai 2.119 kali, sementara 11.925 rumah rusak dan 40.040 jiwa mengungsi.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Senin malam, 17 Agustus 2026 ikut mengawal langsung distribusi bantuan bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Total ada 20 ton bantuan kemanusiaan yang diangkut menggunakan pesawat Airbus A400M menuju Bandara Labuan Bajo.
"Bantuan kemanusiaan tersebut meliputi 25 set tenda, 484 velbed, 15 set Starlink, 700 paket makanan siap saji, 500 dus susu cair, 10 set solar cell, 35 kelambu lapangan, 101 matras, dua unit alat reverse osmosis (RO) dan 18 koli obat-obatan," ungkap Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait di dalam keterangan pada Selasa (18/8/2026).
Jenderal bintang satu itu menambahkan ada pula bantuan tambahan berupa mi instan, bubur bayi, popok bayi, dan pembalut. Maka, secara keseluruhan total berat bantuan yang didistribusikan mencapai 20,9 ton.
"Kemhan sudah mengirimkan bantuan lainnya lebih dulu lewat Maumere dan Labuan Bajo. Bantuan awal itu berupa makanan siap saji, tenda peleton, penjernih air, alat komunikasi HT, selimut dan senter," katanya.
1. Kunjungan Menhan ke NTT pertanda negara hadir membantu warga

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika ikut mengawal bantuan bagi korban gempa NTT. (Dokumentasi Kemhan) Lebih lanjut, kata Rico, kunjungan Sjafrie ke NTT sekaligus menegaskan meski ada perayaan HUT ke-81 RI, negara tetap hadir bersama masyarakat dalam menghadapi bencana.
"Semangat kemerdekaan diwujudkan lewat kerja nyata, gotong royong, serta pengerahan seluruh kemampuan yang diperlukan untuk melindungi dan membantu rakyat," kata Rico.
Ia menambahkan sejak gempa menghantam NTT pada Sabtu malam kemarin, TNI telah mengerahkan personel dan berbagai kemampuan pendukung di sejumlah wilayah terdampak di Flores. "Dukungan itu meliputi operasi pencarian dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pendirian tenda dan dapur lapangan, pembukaan akses hingga distribusi logistik menggunakan jalur darat, laut dan udara," tutur dia.
Purnawirawan jenderal di TNI AD itu turut memastikan pengerahan berbagai alutsista untuk membantu menjangkau daerah yang sulit diakses. "Kebutuhan dasar masyarakat akan kami penuhi selama masa tanggap darurat," ujarnya.
2. Sudah ada 70 orang meninggal sejauh ini akibat gempa NTT

Kondisi Puskesmas di Manggarai usai gempa NTT, Minggu (16/8/2026)/ (IDN Times/Uni Lubis) Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Basarnas merilis total jumlah korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur kini sudah mencapai 202 orang. Sebanyak 70 orang di antaranya meninggal dunia.
"Sampai dengan hari ketiga kemarin pukul 23.30, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang, dan luka-luka 132 orang, luka berat sebanyak 40 orang, 92 orang luka ringan," ucap Direktur Operasi Basarnas Laksamana TNI Bramantyo, Selasa (18/8/2026).
Sementara Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan sudah ada 2.119 kali gempa susulan usai gempa utama mengguncang NTT Sabtu lalu.
"Jumlah gempa susulan sebanyak 2.119 kali. Magnitudo yang terbesar adalah 6,2 dan yang terkecil adalah 1,3," katanya.
3. 11.925 unit rumah rusak akibat dihantam gempa

Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB) Selain itu, BNPB turut mencatat sebanyak 11.925 unit rumah rusak. Dari total tersebut, sebanyak 5.516 unit rumah mengalami rusak berat, 1.916 unit rusak sedang, dan 4.493 unit rusak ringan.
Berton juga melaporkan sebanyak 40.040 jiwa mengungsi akibat gempa, namun angka pengungsi tidak dapat langsung diartikan sebagai jumlah rumah yang mengalami kerusakan.
"Data sementara pengungsi saat ini yang kami kumpulkan ada 40.040 jiwa. Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya," ujarnya.




















