Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Abaikan Peringatan, Kapal Kargo Panama Ditembak Helikopter AS

Abaikan Peringatan, Kapal Kargo Panama Ditembak Helikopter AS
Ilustrasi kapal kargo (magnific.com/tawatchai07)
  • Militer AS melumpuhkan kapal kargo Panama M/V Vela Nova di Teluk Oman pada 11 Agustus 2026 setelah awaknya mengabaikan peringatan dan diduga menuju Iran melanggar blokade.
  • Helikopter MH-60 menembakkan dua rudal Hellfire ke kompartemen mesin, merusak penggerak, navigasi, buritan, dan sistem kendali kapal. Kebakaran berhasil dipadamkan, sementara 17 awak selamat.
  • Insiden ini menjadi penindakan ketiga sejak blokade AS diberlakukan kembali pada 14 Juli. CENTCOM menyebut telah mengalihkan 55 kapal, melumpuhkan tiga kapal, dan memeriksa dua kapal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Militer Amerika Serikat melumpuhkan kapal kargo berbendera Panama, M/V Vela Nova, di Teluk Oman pada Selasa (11/8/2026). Tindakan tersebut dilakukan setelah awak kapal disebut mengabaikan sejumlah peringatan dari pasukan Amerika Serikat.

Helikopter Angkatan Laut AS menembakkan dua rudal ke bagian mesin kapal. Serangan itu merusak sistem penggerak dan membuat kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan, sementara seluruh awak dilaporkan selamat.

  1. 1. Helikopter AS menembakkan rudal ke ruang mesin kapal

    Pasukan AS mengerahkan helikopter MH-60 untuk menghentikan M/V Vela Nova saat kapal tersebut melintasi Teluk Oman. Helikopter itu menembakkan dua rudal Hellfire ke kompartemen mesin kapal.

    "Kami melumpuhkan kapal M/V Vela Nova berbendera Panama saat kapal kargo tersebut mencoba menuju Iran dan melanggar blokade AS," kata Komando Sentral AS (CENTCOM).

    Militer AS menyatakan serangan dilakukan setelah awak kapal mengabaikan peringatan berulang. Rudal tersebut merusak bagian mesin dan sistem kendali kapal hingga kapal kehilangan kemampuan untuk bergerak.

    Operasi itu berlangsung di perairan internasional. Kapal diketahui berada sekitar 71 mil laut dari pesisir Pakistan ketika serangan terjadi.

    "Pasukan AS yang beroperasi di Timur Tengah sangat waspada dan siap menghadapi ancaman," kata CENTCOM.

  2. 2. Serangan merusak kapal tetapi tidak menimbulkan korban

    Serangan rudal memicu kebakaran di bagian dalam kapal. Api kemudian berhasil dipadamkan sehingga tidak menyebar ke bagian kapal lainnya.

    "Rudal menghantam kapal hingga memicu kebakaran yang kemudian berhasil dipadamkan," kata lembaga keamanan maritim Vanguard, dilansir Washington Examiner.

    Rudal juga merusak bagian buritan dan sistem kendali kapal. Akibatnya, kapal kehilangan kemampuan navigasi dan tidak dapat dikendalikan oleh awaknya.

    Sebanyak 17 awak kapal dipastikan selamat dan tidak ada laporan korban luka. Setelah kondisi darurat terkendali, sebagian awak dievakuasi menggunakan kapal sipil yang berada di sekitar lokasi.

  3. 3. AS memperketat blokade menuju pelabuhan Iran

    Penindakan terhadap M/V Vela Nova menjadi kasus ketiga sejak Amerika Serikat memberlakukan kembali aturan blokade pada 14 Juli. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mencegah kapal komersial melintasi jalur menuju atau meninggalkan Iran.

    "Hingga 11 Agustus, CENTCOM telah mengalihkan rute 55 kapal komersial yang mencoba menerobos blokade, melumpuhkan tiga kapal yang tidak patuh, dan memeriksa dua kapal," kata CENTCOM, dilansir Xinhua.

    Militer AS menyatakan patroli dan penegakan blokade akan terus dilakukan. Langkah tersebut mencakup pengawasan terhadap kapal yang menuju maupun meninggalkan pelabuhan Iran.

    Penindakan di Teluk Oman juga menunjukkan bahwa pengawasan maritim AS mencakup wilayah di luar Selat Hormuz. Perkembangan tersebut menjadi perhatian karena kawasan itu merupakan salah satu jalur penting bagi perdagangan dan distribusi komoditas global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More