Jakarta, IDN Times - Bupati Siak, Afni Zulkifli, kembali jadi sorotan ketika menghadiri HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Deli Serdang, Sumatra Utara pada Kamis, 2 Juli 2026. Di hadapan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, Afni meminta agar pemerintah tetap menjaga kebijakan otonomi daerah.
Sebab, itu merupakan warisan perjuangan reformasi 1998. Pandangan itu dilontarkan oleh Afni lantaran kebijakan yang diakomodir oleh pemerintah pusat ke daerah harus seragam. Tak ada lagi keberagaman antar daerah.
"Dulunya otonomi lahir dari adanya reformasi. Otonomi daerah adalah anak kandung reformasi tahun 1997 hingga 1998," ungkap Afni seperti dikutip dari akun Instagramnya, Minggu (5/7/2026).
Ia tengah menyampaikan pandangannya di sesi mengenai penguatan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi sumber pendapatan daerah. Menurut pandangannya, kewenangan daerah lewat otonomi pelan-pelan dipangkas. Ia juga menyuarakan kini ruang fiskal atau keuangan pemerintah daerah semakin cekak di bawah era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran. Hal itu lantaran transfer ke daerah dipangkas untuk membiayai program prioritas nasional pemerintah.
"Kalau kita bicara masalah rakyat betapa sempitnya ruang fiskal bagi daerah saat ini, apalagi daerah penghasil," tutur dia.
