Bupati Siak Minta Pemerintah Perkuat Peran Daerah dalam Program MBG

- Bupati Siak Afni Zulkifli meminta pemerintah pusat memperkuat pelibatan daerah dalam program nasional, terutama setelah dana daerah dialihkan dan dipotong untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
- Afni menyoroti kondisi fiskal Kabupaten Siak yang berat akibat tertahannya dana transfer, namun tetap berkomitmen menjaga pelayanan publik serta mendorong efisiensi dan peningkatan pendapatan asli daerah.
- Pemerintah Kabupaten Siak fokus menarik investasi baru, termasuk pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir Sumatra.
Jakarta, IDN Times - Bupati Siak Afni Zulkifli berharap pemerintah pusat memperkuat pelibatan daerah dalam pelaksanaan program strategis nasional, terutama di tengah tekanan fiskal yang dialami Kabupaten Siak akibat pengalihan dan pemotongan anggaran.
Sebelumnya, Afni sempat menjadi sorotan setelah mengungkap adanya dana daerah yang tertahan dan dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menyebut Rp500 miliar dana Siak ditahan pemerintah pusat dan Rp500 miliar lainnya dipotong untuk mendukung program MBG.
Dalam pesannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Afni menegaskan pemerintah daerah tetap mendukung kebijakan efisiensi dan program nasional pemerintah. Namun, ia meminta pemerintah pusat tidak melupakan daerah penghasil seperti Siak yang kini menghadapi tekanan pembangunan dan ekonomi.
“Kami berharap Bapak Presiden semoga selalu sehat. Dan kami berterima kasih atas berbagai program strategis nasional yang ada di Kabupaten Siak. Meskipun kami berharap pelibatan dari pemerintah daerah semakin diperkuat,” kata Afni dalam wawancara khusus dengan IDN Times, Jumat (8/5/2026).
1. Kepala daerah jadi tempat pertama masyarakat mengadu

Dia mengatakan kepala daerah saat ini tetap menjadi tempat pertama masyarakat menyampaikan keluhan, mulai dari persoalan infrastruktur hingga ekonomi, meski banyak kewenangan kini berada di pemerintah pusat dan provinsi.
“Masyarakat tahunya pokoknya, Siak hari ini bupatinya si Afni. Semua urusan dia ngadunya ke kita,” ujarnya.
2. Siak akui fiskal daerah sedang berat

Afni mengaku kondisi fiskal Siak cukup berat setelah pengalihan anggaran dan tertahannya dana transfer daerah. Di sisi lain, pemerintah daerah tetap harus menjaga pelayanan publik dan stabilitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, Pemkab Siak kini berupaya memperkuat pendapatan asli daerah (PAD), melakukan efisiensi, dan mendorong investasi baru di sektor industri dan pelabuhan.
3. Pemkab siak dorong investasi industri baru

Salah satu proyek yang didorong adalah Kawasan Industri Tanjung Buton yang disebut memiliki akses langsung ke Selat Malaka dan diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir Sumatra.
“Kemarin saya baru meresmikan investasi senilai Rp300 miliar perdana sektor industri galangan kapal di KITB,” katanya.















