Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Picu 13.449 Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 848 Nakes ke 7 Provinsi
Prof. Dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D., Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) (IDN Times/Misrohatun)
  • Karhutla di tujuh provinsi berdampak pada 10.674.201 penduduk; 123 orang mengalami luka berat, tanpa laporan kematian maupun pengungsian hingga 27 Agustus 2026.
  • Kemenkes mencatat 13.449 kasus ISPA di 63 kabupaten/kota, dengan Riau melaporkan sekitar 3.293 kasus. Sejumlah wilayah juga mencatat kualitas udara sangat tidak sehat hingga berbahaya.
  • Kemenkes memobilisasi 848 tenaga kesehatan serta menyiapkan 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, 87 laboratorium, dan distribusi masker serta perlengkapan medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
27 Agustus 2026

Karhutla berdampak pada 10.674.201 penduduk di tujuh provinsi. Tercatat 123 korban luka berat, dua korban luka ringan, dan tidak ada korban meninggal atau pengungsi. Kasus ISPA kumulatif mencapai 13.449 di 63 kabupaten/kota, sementara Kemenkes dan pemda memobilisasi 848 tenaga kesehatan serta menyiapkan fasilitas dan logistik kesehatan.

27 Agustus 2026 pukul 16.26 WIB

Pemantauan ISPU menunjukkan Pontianak berkategori berbahaya dengan angka 328. Tebo, Barito Selatan, Katingan, dan Pali masuk kategori sangat tidak sehat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan memicu dampak kesehatan, termasuk 13.449 kasus ISPA kumulatif di 63 kabupaten/kota serta paparan terhadap 10.674.201 penduduk di tujuh provinsi.
  • Who?
    Kementerian Kesehatan RI, pemerintah daerah, 848 tenaga kesehatan, serta warga di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan terdampak.
  • Where?
    Penanganan berlangsung di tujuh provinsi terdampak karhutla. Kualitas udara berbahaya tercatat di Pontianak, sedangkan Tebo, Barito Selatan, Katingan, dan Pali masuk kategori sangat tidak sehat.
  • When?
    Data dampak dan kesiapan layanan tercatat hingga 27 Agustus 2026. Perkembangan penanganan disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di Jakarta pada 28 Agustus 2026.
  • Why?
    Respons kesehatan diperkuat karena asap dan partikulat karhutla dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama ISPA, serta kualitas udara di sejumlah wilayah mencapai kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
  • How?
    Kemenkes dan pemerintah daerah memobilisasi tenaga kesehatan, menyiapkan 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, dan 87 laboratorium, serta mendistribusikan masker, oksigen, APD, dan logistik kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kebakaran hutan dan tanah membuat asap di tujuh provinsi. Banyak orang jadi batuk dan susah bernapas. Ada 13.449 orang yang sakit saluran napas. Kemenkes mengirim 848 petugas kesehatan untuk membantu. Udara di beberapa tempat sangat jelek. Orang diminta pakai masker, minum cukup, dan pergi ke tempat berobat jika sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah dampak karhutla yang luas, respons kesehatan menunjukkan kesiapan yang terkoordinasi. Mobilisasi 848 tenaga kesehatan, dukungan ribuan fasilitas layanan, serta distribusi masker, oksigen, dan perlindungan medis memperkuat akses penanganan bagi warga terdampak. Ketiadaan korban meninggal dan pengungsi dalam laporan terbaru juga menjadi catatan yang relatif menggembirakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperkuat respons kesehatan untuk menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Dilansir dari laman resmi kemenkes.go.id, Minggu (30/8/2026), sebanyak 848 tenaga kesehatan dimobilisasi ke tujuh provinsi terdampak.

Mobilisasi tersebut dilakukan setelah Kemenkes mencatat data 13.449 kasus infeksi saluran pernafasan di 63 kabupaten/kota, juga 10.674.201 penduduk yang terdampak karhutla. Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyampaikan perkembangan penanganan tersebut dalam media briefing di Kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

1. Karhutla berdampak pada 10,6 juta penduduk

Foto udara asap membubung ke langit saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (28/8/2026). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Berdasarkan Situation Report Kemenkes per 27 Agustus 2026, karhutla telah berdampak pada 10.674.201 penduduk yang tersebar di tujuh provinsi. Ketujuh provinsi tersebut yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatra Selatan.

Dari jumlah tersebut, 123 orang tercatat mengalami luka berat dan menjalani rawat inap. Sementara dua orang mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan. Hingga laporan terbaru, tidak tercatat korban meninggal dunia maupun pengungsi akibat karhutla.

2. Kasus ISPA tembus 13.449 orang

Anggota Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memberikan bantuan oksigen kepada warga yang terjebak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (28/8/2026). Basarnas bersama petugas gabungan diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), anggota polisi, TNI, serta relawan berhasil mengevakuasi delapan orang yang terjebak karhutla dalam keadaan selamat. ANTARA FOTO/Auliya Rahman

Gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan akibat dampak karhutla adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pada 27 Agustus 2026, terdapat 4.082 kasus yang jika dihitung secara kumulatif, kasus ISPA mencapai 13.449 kasus berdasarkan laporan dari 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi terdampak.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sekitar 3.293 kasus ISPA. Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni sekitar 900 kasus.

“Karhutla dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama akibat paparan asap dan partikulat. Karena itu, kita perlu memastikan masyarakat terlindungi dan pelayanan kesehatan tetap siap,” ujar Prof. Dante.

Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk memantau kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata, menjaga hidrasi, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami batuk, sesak napas, atau iritasi mata.

“Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan,” lanjut Dante.

3. Sejumlah wilayah mengalami kualitas udara berbahaya

Karhutla dekati masjid di Kubu Raya. (IDN Times/istimewa).

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 27 Agustus 2026 pukul 16.26 WIB, beberapa daerah masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya, dengan PM2.5 sebagai parameter kritis.

Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mencatat ISPU 328 atau kategori berbahaya. Sementara Kabupaten Tebo, Jambi, berada di angka 287; Barito Selatan 274; Katingan 258; dan Kabupaten Pali, Sumatera Selatan, 255. Keempat wilayah tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

4. Kemenkes siapkan ribuan fasilitas kesehatan

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia (RI), Dante Saksono Harbuwono. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Hingga 27 Agustus 2026, Kemenkes bersama pemerintah daerah telah memobilisasi 848 tenaga kesehatan. Para nakes tersebut terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, analis, tenaga farmasi, epidemiolog, sanitarian, hingga tenaga pendukung lainnya.

Selain mengerahkan nakes, Kemenkes memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Sebanyak 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, dan 87 laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas) disiapkan untuk mendukung penanganan kesehatan.

Pemerintah daerah juga memberikan dukungan logistik dengan memobilisasi 394.385 masker, 56 oksigen konsentrator, 1.000 pasang handscoon, 103 tabung Oxycan, 40 dus pemberian makanan tambahan (PMT), 36 face shield, dan delapan APD.

Sementara itu, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes mendistribusikan 432.000 masker, 169 oksigen konsentrator, 40.000 pasang handscoon, 4.900 APD, dan tiga air purifier ke sejumlah wilayah terdampak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article