Menhan Ajak Pengusaha Hutan Bantu Alat Berat dan Alutsista Atasi Karhutla

- Sjafrie Sjamsoeddin mengajak pengusaha hutan mengerahkan alat berat, alutsista, dan helikopter water bombing untuk membantu penanganan Karhutla.
- Kemhan dan TNI disebut telah mengerahkan kemampuan serta kekuatan, sementara anggaran Kemhan dipetakan untuk akselerasi bantuan bencana.
- Pemerintah menerima bantuan pesawat dari Jepang, sedangkan Prabowo menyebut penanganan Karhutla di sejumlah daerah mulai teratasi dan termitigasi.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin mengajak semua pengusaha hutan yang memiliki alat-alat berat dan alutsista untuk ikut berkontribusi dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang semakin mencekam.
Sjafrie mengatakan, pengusaha hutan juga dapat mengerahkan semua alutsistanya untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menhan meyakini penanganan Karhutla dapat teratasi dengan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.
"Jadi kita harus bergotong royong mengatasi ini semuanya, ya. Tadi saya sudah kasih tahu, itu pengusaha-pengusaha yang punya alat berat, alutsista, helikopter bom water bombing, perbantukan kepada BNPB, ya," kata Menhan.
1. Kemhan ajak pengusaha hutan gotong royong

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) ketika mengajak Menhan China Laksamana Dong Jun (kiri) ke Garuda Wisnu Kencana, Bali. (www.instagram.com/@sjafrie.sjamsoeddin) Sjafrie menegaskan, seluruh elemen masyarakat dan stekholder harus dikerahkan dalam rangka mengatasi persoalan Karhutla, termasuk langkah mitigasi untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
"Khususnya kita mengajak kerja sama dan gotong royong kepada semua pengusaha hutan yang ada di wilayah nasional untuk ikut serta bergotong royong dalam rangka memitigasi kebakaran hutan yang sedang berkembang ini," kata dia.
Menhan menegaskan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI sudah mengerahkan semua kemampuan dan kekuatan dalam rangka mengatasi Karhutla. Anggaran Kemhan juga telah dipetakan untum akselerasi bantuan dalam mengatasi bencana gempa bumi dan bencana kebakaran hutan ini.
2. Kemhan terima bantuan Jepang atasi Karhutla

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) ketika memberikan keterangan pers bersama dengan Menhan China, Laksamana Dong Jun di kantor Kemhan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi) Menhan juga menjelaskan, baru-baru ini pemerintah menerima bantuan dari Jepang dengan mengirim sejumlah pesawat untuk penanganan Karhutla di Kaliamantan.
"Kami menerima bantuan dari negara sahabat, Jepang, yang memberikan bantuan bilateral antara kedua Kementerian Pertahanan dalam bentuk mengirim pesawat untuk mengatasi kebakaran hutan di wilayah kita," kata dia.
Menurut dia, kerja sama bilateral ini wujud daripada kerja sama antara Kementerian Pertahanan dengan berbagai negara sahabat.
"Kami juga terus memperhatikan tugas-tugas yang diberikan oleh negara dalam rangka kita mengamankan strategi transformasi pembangunan yang sedang dikerjakan," kata dia.
3. Prabowo targetkan Karhutla beres maksimal dua minggu

Presiden Prabowo Subianto resmi menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KartaNu) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden) Presiden Prabowo Subianto menyebut penanganan Karhutla di sejumlah daerah mulai teratasi dan termitigasi. Dia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Peluncuran Program PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) yang diselenggarakan di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
"Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi di beberapa tempat. Saya kira saya berharap dalam satu-dua minggu ini bisa selesai semua," kata Prabowo dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menyebut, berbagai upaya untuk menangani karhutla yang terjadi di tengah ancaman El Nino, meliputi puluhan helikopter, belasan pesawat, serta berbagai teknik penanganan di lapangan. Kepala Negara menyebut, pemerintah juga mengerahkan ratusan bor air, ratusan pompa air, dan ribuan personel untuk menangani karhutla.
"Jadi saya besar hati, saya bangga dengan prestasi petugas-petugas kita di lapangan," ujar dia.

















