Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pidato Lengkap Presiden Prabowo di Penutupan Muktamar ke-35 NU

Pidato Lengkap Presiden Prabowo di Penutupan Muktamar ke-35 NU
Presiden Prabowo Subianto resmi menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KartaNu) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, menerima KartaNu dari Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar, serta resmi menjadi anggota NU seumur hidup.
  • Prabowo menekankan pentingnya stabilitas pemerintahan koalisi untuk mengelola Indonesia yang besar, sekaligus menyebut pemerintahannya telah menutup 290 BUMN rugi dan menargetkan penutupan sedikitnya 700 lagi.
  • Penghematan anggaran disebut dialihkan untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kelayakan hidup rakyat, serta menyediakan akses pinjaman lunak; Prabowo juga mengapresiasi Muktamar NU yang berlangsung damai dan rukun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026). Dalam acara tersebut, Prabowo resmi menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KartaNu).

KTA tersebut diterima Prabowo saat hadir dalam rangkaian penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026) pagi WIB.

KartaNu diserahkan oleh Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih 2026-2031, KH Miftachul Akhyar, didampingi Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul.

Dalam sambutannya, Prabowo mengaku sengaja hadir langsung dalam penutupan Muktamar ke-35 NU karena mengetahui KartaNU-nya sudah resmi dicetak.

“Saya terkesan, saya memenuhi janji saya. Karena saya dapat telepon beberapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya: Kartu Anggota sudah ada. Makanya saya datang. Saya datang karena janji. Janji harus dipegang. Begitu saya dapat, saya putuskan saya hadir,” kata Prabowo seperti tayangan di akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (31/8/2026).

Tak hanya mendapatkan Kartanu, Prabowo juga resmi menjadi anggota seumur hidup Nahdlatul Ulama (NU). Ini sesuai dengan keterangan yang dituliskan di dalam kartu tesebut.

Berikut pidato lengkap Presiden Prabowo dalam penutupan Muktamar ke-35 NU:

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil alamin. Wasshalatu wasshalamu ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, wa ala alihi wa shahbihi ajmain. Amma ba’du.

Saudara-saudara sekalian, peserta Muktamar Nahdlatul Ulama yang ke-35. Yang saya hormati, sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Besar. Hanya kepada-Nyalah kita berdoa dan hanya kepada-Nyalah kita meminta pertolongan. Kita bersyukur atas segala berkah, segala kebaikan yang diberikan oleh bangsa kita; perdamaian yang kita masih nikmati, kesehatan dan nafas yang masih kita nikmati sehingga kita dapat berkumpul di acara yang sangat istimewa dan bersejarah ini. Ini kehormatan besar bagi saya untuk diundang kedua kali.

Tentunya tidak lupa selawat dan salam kita haturkan ke hadirat junjungan kita Baginda Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW yang telah memberi kepada kita agama dan peradaban. Yang saya muliakan, Rais Aam PBNU terpilih, beserta seluruh jajaran PBNU dan Muktamirin yang hadir. Bapak Kyai Haji Miftahul Akhyar yang saya muliakan. Ketum PBNU terpilih, Kyai Haji Abdul Hakim Mahfudz, Gus Kikin, yang saya hormati. Beserta tentunya Ketua Panitia Muktamar NU yang juga adalah Menteri Sosial, saudara Saifullah Yusuf, Gus Ipul.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Kyai Haji Anwar Iskandar yang juga adalah anggota Rais Awa. Anggota Rais Awa Tengku Kyai Haji Nurul Zari Yahya. Kemudian ada juga Kyai Haji Zulfa Mustofa. Ketum PBNU periode khidmat 2021-2026, Kyai Haji Yahya Cholil Staquf yang saya hormati. Dan tokoh-tokoh kyai-kyai sepuh semuanya yang saya hormati. Ibu-ibu, Nyai-nyai juga yang saya hormati, saya banggakan, yang tidak saya sebut satu per satu tanpa mengurangi rasa hormat saya.

Pimpinan pondok pesantren yang hadir, terutama Kyai Haji Hasib Wahab Hasbullah yang hadir di sini. Kyai Haji Abdul Rozak yang kita pinjam tempatnya di sini. Kyai Haji Afifuddin Muhajir. Kyai Haji Yusuf Chudlori. Kyai Haji Mustofa Bisri yang saya hormati dan saya muliakan. Maaf tadi pangling, Gus, pakai kopiah toh? Gus Utfan Arif Ghofur. Gus Maksum Faqih. Dan tokoh-tokoh lain yang saya minta maaf kalau saya tidak sebut satu per satu. Sesepuh Tambakberas Jombang, Ibu Nyai Mahfudzoh. Saudari Yenny Wahid yang saya hormati.

Para menteri koordinator, para menteri Kabinet Merah Putih yang hadir. Kapolri, Pangdam, dan Kapolda yang saya hormati. Menko Pangan saudara Zulkifli Hasan, yang kebetulan hari ini juga hari istimewa ulang tahun beliau yang ke-64. Menteri Luar Negeri saudara Sugiono. Menteri Sekretaris Negara saudara Prasetyo Hadi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Mas Bahlil ganteng. Enak aja lu Bel. Yang saya hormati Menteri Agama, Profesor Doktor Kyai Haji Nasaruddin Umar. Menteri Haji dan Umrah, Kyai Haji Muhammad Irfan Yusuf. Sudah sah jadi Kyai Haji, Gus? Minta izin dulu deh. Menteri Agraria dan Tata Ruang, saudara Nusron Wahid. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, saudari Arifatul Choiri Fauzi. Sekretaris Kabinet RI, Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya. Wakil Menteri Sekretaris Negara, saudara Juri Ardiantoro. Saya minta maaf kalau ada pejabat-pejabat yang tidak saya sebut namanya tanpa mengurangi rasa hormat saya.

Seluruh hadirin undangan dan peserta Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. Para Kyai Mustasyar, Rais Syuriyah, pengasuh pondok pesantren, para masyayikh dan para habaib yang saya hormati. Pimpinan dan keluarga besar Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU yang saya hormati. Para kyai, alim ulama, para ibu nyai, para santri dan santriwati yang saya muliakan. Saudara-saudara sekalian, tidak lupa rekan-rekan pers media yang saya cintai. Kenapa ketawa? Aku sayang sama media itu.

Hari ini memang hari besar. Saya sudah katakan tadi, dan juga ternyata Gus Kikin juga... kita tidak cari-cari ya, tapi angka-angka itu muncul di hidup kita. Iya kan? Saya tidak pernah tanya beliau tanggal lahir dan sebagainya, ternyata angka 8 muncul terus. Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian, saya ini dua angka yang selalu muncul: 8 dan 13. Ya, kalau tidak salah hari ini adalah 31 Agustus 2026. Iya kan? Berapa? Oh iya, 31. Ya baiklah, nanti kau cari-cari itu.

Saya terkesan, saya memenuhi janji saya. Karena saya dapat telepon berapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya, kartu anggota sudah ada. Makanya saya datang. Saya datang karena janji. Janji harus dipegang. Begitu saya dapat, saya putuskan saya hadir. Terima kasih. Ini kehormatan besar bagi saya. Dan ini di sini ada luar biasa lagi di sini, di bawahnya disebut "Anggota Seumur Hidup". Ini luar biasa ini.

Jadi, dan ini saya buka ya, yang kita pimpin, sistem yang kita pimpin karena kita sudah milih demokrasi. Demokrasi adalah pilihan kita. Dan negara kita besar. Kita sebesar Eropa. Di Eropa itu lebih dari 27 negara. Lebih. 27 negara itu yang masuk NATO atau Uni Eropa, nanti ada lagi yang tidak masuk. Mungkin totalnya saya... mungkin 35 juga. Kita satu negara. Kita besar sekali. Dan karena demokrasi, saya harus berkoalisi. Berkoalisi itu untuk memimpin dan memerintah dan mengurus negara yang sebentar lagi 300 juta orang. Negara keempat terbesar di dunia. Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai. Kita ini sekarang delapan partai sudah luar biasa efisiennya. Banyak negara lain mungkin belasan partai, puluhan partai.

Kita lihat di Jepang walaupun hanya dua partai besar, tapi dalam 5-6 tahun berapa kali ganti Perdana Menteri. Di Inggris dalam 5 tahun mungkin 7-8 kali Perdana Menteri. Jadi bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan.

Jadi demikian pemerintah koalisi yang saya pimpin, termasuk besar. Tujuh partai dari delapan partai di parlemen. Dan kabinet yang saya susun pernah dikatakan kabinet gemuk, tidak efisien. Padahal ada negara Timor Leste yang jumlah penduduknya hanya 1 juta, lebih kecil dari banyak provinsi di Indonesia. Lebih kecil dari banyak kabupaten di Indonesia. Mungkin Kabupaten Bogor jauh lebih besar dari Timor Leste. Banyuwangi berapa jumlah penduduk Banyuwangi? Mereka hanya 1,1 juta, kabinetnya 28. Kabinetnya Timor Leste 28. Tapi bukan itu yang saya maksud.

Dalam kurang 2 tahun pemerintahan yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi kita tutup 290 BUMN. Dengan 290 BUMN kita telah menghemat 50 triliun, 50 triliun.

Dan pemerintah yang saya pimpin, Desember 31, 2026 kami akan menutup lagi paling sedikit 700 lagi yang kami akan tutup. Jadi nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN. Tinggal 200-250. Berarti harapan saya kita bisa menghemat 100 triliun dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris.

Jadi saya kira kita... dan penghematan kita di berbagai bidang sudah mendekati tiap tahun lebih dari 200 triliun, mendekati 300 triliun tiap tahun. Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat. Ini yang kita pakai, Saudara-saudara sekalian.

Dan kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Ajak investasi boleh, Saudara-saudara. Kalau kita pinjam uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil mungkin. Saya kira kemarin berapa bulan yang lalu kaget Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin... ditawarin apa, pinjaman dari IMF, kita tolak. Terima kasih, Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF.

Jadi Saudara-saudara, ke depan tadi pesan-pesan dari Rais Aam terpilih saya tangkap. Hari ini saya bisa langsung tangkap. Jadi inilah saya kira kewajiban kita bersama bahwa fokus, perhatian, tujuan dari strategi transformasi bangsa kita yang saya sekarang pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan. Kita harus berani. Dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya, saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan. Dan kita sudah buktikan dalam 2 tahun pertama kita.

Jadi hari ini saya katakan, saya diterima sebagai anggota Nahdlatul Ulama ya. Terima kasih. Berarti Nahdlatul Ulama bersama seluruh rakyat Indonesia secara gotong royong kita akan bekerja keras semuanya di semua bidang, Saudara-saudara sekalian. Kuncinya adalah kita mengelola semua kekayaan kita sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat kita. Dan karena NU adalah mungkin ormas yang terbesar di Republik Indonesia ini, NU sangat berkepentingan bahwa warganya, bahwa umat NU bisa meraih tingkat hidup yang layak. Kita tidak beraspirasi untuk mau hidup seperti negara-negara katanya dunia pertama, dunia... nggak. Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan layak, hidup dengan baik. Bisa makan dengan baik, punya rumah yang layak, punya penghasilan tiap bulan yang layak, yang cukup sehingga tidak perlu pinjam uang dari rentenir-rentenir. Kita akan yakinkan bahwa nanti negara hadir, negara akan hadir di tengah-tengah rakyat sehingga rakyat kalau perlu dia dapat... bisa dapat pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri, tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapa pun. Ini strategi kita dan ini akan kita wujudkan dalam waktu dekat.

Terima kasih, saya kira tidak panjang lebar. Saya ucapkan selamat kepada pimpinan NU yang terpilih. Ya, saya ucapkan selamat atas berjalannya Muktamar dengan sukses, dengan guyub, dengan rukun. Kita terima perbedaan, kita terima kompetisi yang sehat. Tapi saya kira NU memberi contoh kepada seluruh bangsa bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan, kyainya puluhan ribu, tapi bisa melaksanakan Muktamar dengan sukses, dengan damai, dengan rukun. Saya kira itu yang paling penting yang saya sampaikan.

Selamat atas terlaksananya Muktamar ke-35. Dan negara, bangsa, dan umat menunggu darma bakti Nahdlatul Ulama di hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang akan datang.

Terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi, Saudara-saudara. Dirgahayu Nahdlatul Ulama.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More