Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kelakar Prabowo Pidatonya Singkat: Amplop Kurang Tebal
Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya tebu, padi, dan kedelai di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, didampingi TNI sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
  • Dari Januari hingga Juni 2026, TNI AD mendampingi 6,25 juta hektare lahan padi dengan produksi 19,2 juta ton atau sekitar 44 persen target beras nasional tahun itu.
  • Dalam pidato berdurasi sekitar 40 menit, Prabowo menyinggung pemberantasan korupsi dan peran TNI bersama rakyat, lalu menutup dengan candaan soal amplop yang kurang tebal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto hari ini (17/7/2026) memimpin panen raya tebu, padi dan kedelai lahan garapan yang didampingi TNI. Prabowo hadir dalam acara panen raya di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dari Januari-Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,25 juta hektare lahan padi. Produksinya sekitar 19,2 juta ton berat. Jumlah tersebut untuk mendukung 44,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton, sementara TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, Prabowo berkelakar bisa berpidato singkat karena teks yang dibuat tidak panjang.

"Ah ini bagus yang bikin pidato tertulis cukup pendek. Saya sudah sampai paragraf lima," ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo membahas mengenai pemberantasan korupsi, hingga TNI harus hadir bersama rakyat. Total, Prabowo berpidato sekitar 40 menit.

Meski demikian, Prabowo menganggap pidatonya masih pendek. Dia kemudian mengakhiri pidatonya dengan berkelakar tidak bisa dalam waktu lama karena amplopnya tipis.

"Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Karena amplop kurang tebal ya pidato disingkat. Shalom, salve, om shanti shanti shanti om, namo buddhaya, salam kebajikan. Terima kasih semua," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article