Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemdikti: Penulis Paper Nobel MBG Bukan Dosen, Cantumkan Nama Tanpa Persetujuan
ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Kemdiktisaintek menemukan sejumlah nama dalam paper SSRN, termasuk Presiden Prabowo Subianto, mengaku tidak mengetahui dan tidak menyetujui pencantuman nama mereka.
  • Penelusuran sementara menyebut penulis utama berinisial DD belum bergelar guru besar dan tidak terafiliasi sebagai dosen perguruan tinggi.
  • SSRN merupakan platform preprint, bukan lembaga Nobel, sementara Kemdiktisaintek masih melanjutkan pengumpulan informasi dan klarifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah persetujuan sebelum nama dicantumkan dalam paper?
Vote Now
Kamis (6/8/2026)

Kemdiktisaintek menyampaikan temuan awal investigasi melalui siaran pers. Sejumlah pihak yang namanya tercantum dalam paper disebut mengaku tidak mengetahui dan tidak menyetujui pencantuman tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah persetujuan sebelum nama dicantumkan dalam paper?
Vote Now
  • What?
    Kemdiktisaintek mengungkap temuan awal investigasi paper SSRN yang mencantumkan nama sejumlah pihak sebagai penulis tanpa persetujuan mereka.
  • Who?
    Kemdiktisaintek, Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pihak yang namanya tercantum, dan penulis utama berinisial DD.
  • Where?
    Paper tersebut diunggah di platform SSRN.
  • When?
    Kemdiktisaintek menyampaikan keterangan dalam siaran pers Kamis (6/8/2026).
  • Why?
    Paper mengusulkan program Makan Bergizi Gratis meraih Nobel Perdamaian 2026 dan mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis.
  • How?
    Kemdiktisaintek berkoordinasi dengan pihak yang namanya tercantum, mengumpulkan informasi, dan melakukan klarifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah persetujuan sebelum nama dicantumkan dalam paper?
Vote Now

Kemdiktisaintek sedang memeriksa paper di SSRN yang menulis nama Presiden Prabowo Subianto dan beberapa orang lain. Orang-orang itu bilang mereka tidak tahu dan tidak setuju namanya ditulis. Paper itu bicara tentang program Makan Bergizi Gratis. Sekarang tim masih mencari informasi dan bertanya kepada pihak-pihak yang terkait.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah persetujuan sebelum nama dicantumkan dalam paper?
Vote Now

Penelusuran Kemdiktisaintek membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak yang namanya dicantumkan dalam paper. Koordinasi yang dilakukan untuk menghimpun keterangan, disertai rencana langkah sesuai kewenangan bila ditemukan pelanggaran, menunjukkan proses pemeriksaan masih berjalan sebelum ada kepastian mengenai dugaan pelanggaran etika akademik maupun ketentuan lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah persetujuan sebelum nama dicantumkan dalam paper?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkap temuan awal investigasi terkait paper yang mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat Nobel 2026, di platform SSRN yang mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lain sebagai penulis. Kementerian menyebut, pihak-pihak yang namanya tercantum mengaku tidak mengetahui maupun menyetujui pencantuman tersebut.

"Berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah pihak yang namanya tercantum dalam paper tersebut, diperoleh keterangan bahwa mereka tidak mengetahui, tidak pernah dimintai persetujuan, dan tidak terlibat dalam proses penyusunan maupun pengunggahan paper dimaksud," demikian keterangan Kemdiktisaintek dalam siaran pers, Kamis (6/8/2026).

1. Penulis utama disebut bukan guru besar dan bukan dosen

Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Kemdiktisaintek menyatakan, hasil penelusuran sementara menunjukkan penulis utama berinisial DD belum menyandang jabatan akademik guru besar, dan tidak terafiliasi sebagai dosen di perguruan tinggi. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim, dia juga baru menjalani sidang promosi doktor.

"DD belum menyandang jabatan akademik guru besar dan tidak terafiliasi sebagai dosen pada perguruan tinggi," ungkap Kemendiktisaintek.

2. Kemdiktisaintek tegaskan SSRN bukan lembaga Nobel

SPPG Jetis Patalan 3 yang memberikan layanan MBG pada siswa SDN Kowang Jetis. (IDN Times/Daruwaskita)

Kementerian menegaskan, SSRN hanya merupakan repositori atau platform publikasi preprint. Karena itu, keberadaan paper di SSRN tidak berarti isi maupun klaim di dalamnya telah diverifikasi atau diakui oleh Komite Nobel.

"SSRN bukanlah lembaga yang berwenang dalam proses Nobel," tulis Kemdiktisaintek.

3. Investigasi masih berlangsung

Suasana siswa SMPN 34 Medan saat menikmati MBG (IDN Times/Indah Permata Sari)

Kemdiktisaintek menegaskan, investigasi belum selesai. Tim disebut masih mengumpulkan informasi, melakukan klarifikasi, dan akan mengambil langkah sesuai kewenangan apabila ditemukan pelanggaran etika akademik maupun ketentuan lain.

Kasus ini bermula dari beredarnya paper berjudul Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth di platform SSRN yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meraih Nobel Perdamaian 2026. Paper tersebut mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis.

Sampaikan pilihanmu soal pencantuman nama penulis

Perlukah persetujuan sebelum nama dicantumkan dalam paper?

See More

Editorial Team

Related Article