Jakarta, IDN Times - Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) menghadapi persoalan ketika ingin memperluas keterlibatan ayah melalui layanan keluarga. Salah satu titik yang dinilai masih sulit dijangkau adalah posyandu karena jadwal layanan dan komposisi kader dinilai belum ramah bagi ayah.
Direktur Bina Ketahanan Remaja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Irma Ardiana mengatakan kondisi tersebut membuat keterlibatan ayah di posyandu tidak mudah diperluas
"yang menjadi tantangan itu adalah posyandu. Posyandu. Posyandu itu by design, memang kurang ramah kepada ayah," kata dia dalam diskusi dengan media di kantor Kemendukbangga, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
