Jakarta, IDN Times - Pelaksana Tugas Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN Yuni Hastutiningsih menilai kesehatan jiwa menjadi persoalan yang kerap terlewat dalam pembahasan bonus demografi. Dia mengatakan tekanan psikologis yang tidak ditangani dapat menurunkan kualitas pengasuhan anak dan berujung pada terganggunya kualitas sumber daya manusia. TaK jarang juga masyarakat memendam hingga tidak pergi ke fasillitas kesehatan yang bisa menangani masalah mental.
"Nah, ini kesehatan jiwa ini mata rantai yang sering terlewati nih. Kesehatan jiwa ini membantu orang tua mengasuh dengan baik, memberi anak ruang tumbuh kembang yang baik gitu, sehat, aman, penuh dukungan," ujar dia dalam media dialog, dikutip Senin (3/8/2026).
