Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemhan Bidik Helikopter AW 149 Italia untuk Perkuat Armada TNI AL
Helikopter AW 149 buatan perusahaan dirgantara Italia, Leonardo yang dibidik oleh Kementerian Pertahanan. (Dokumentasi Leonardo)
  • Kementerian Pertahanan RI menjajaki kerja sama dengan Leonardo Italia untuk pengadaan helikopter AW 149 bagi TNI AL, melalui penandatanganan Letter of Intent yang mencakup aspek teknis dan industri pertahanan.
  • Helikopter AW 149 merupakan helikopter multiperan generasi terbaru dengan kapasitas hingga 19 pasukan, mampu terbang nonstop sekitar 4 jam dan mencapai kecepatan maksimum 306 km per jam.
  • AW 149 telah digunakan oleh militer Mesir dan Polandia, masing-masing memesan puluhan unit dengan paket lengkap termasuk pelatihan, dukungan logistik, serta peralatan misi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah mau beli helikopter baru dari Italia namanya AW 149 buat TNI Laut. Helikopternya bisa bawa banyak tentara dan terbang lama banget. Sekarang orang Kemhan dan perusahaan Leonardo lagi tanda tangan surat niat kerja sama dulu. Belum tahu kapan dibeli, tapi nanti helikopternya buat bantu jaga laut Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Modernisasi alutsista bagi tentara Indonesia terus dilakukan oleh pemerintah. Kini Kementerian Pertahanan tengah membidik alutsista baru yakni Helikopter AW 149 untuk memperkuat pertahanan TNI Angkatan Laut (AL).

Ketika dikonfirmasi ke Kementerian Pertahanan, mereka membenarkan sedang membidik alutsista berupa helikopter. Namun, mereka tidak merespons ketika ditanya jumlah helikopter yang dibidik. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, proses kerja sama yang terjadi antara Kemhan dan perusahaan penerbangan asal Italia, Leonardo, terkait pengadan Helikopter AW 149 masih dalam tahap penandatanganan Letter of Intent (LOI).

"Saat ini yang telah ditanda tangani adalah Letter of Intent sebagai bagian dari tahapan penjajakan kerja sama," ungkap Rico di dalam keterangan pada Kamis (23/7/2026).

Jenderal bintang satu itu mengatakan, di dalam LoI itu tidak hanya membahas mengenai pengadaan alutsista saja. Di dalamnya juga mencakup pengembangan dukungan teknis, pemeliharaan, pelatihan serta peningkatan kemampuan industri pertahanan di dalam negeri.

Ketika ditanya kapan proses pembelian itu akan berlangsung, Rico tak merespons. Begitu juga saat ditanya apakah helikopter itu akan ditempatkan di dek kapal induk Giuseppe Garibaldi milik Indonesia.

"Pada prinsipnya, setiap pengadaan alutsista dilaksanakan dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap kebutuhan operasional TNI, keunggulan teknologi, dukungan logistik dan pemeliharaan sepanjang siklus hidup alutsista serta peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan industri pertahanan nasional," tutur dia.

1. AW 149 merupakan helikopter multiperan generasi terbaru

Helikopter AW 149 buatan perusahaan dirgantara Italia, Leonardo yang dibidik oleh Kementerian Pertahanan. (Dokumentasi Leonardo)

Dikutip dari situs resmi Leonardo, AW 149 merupakan helikopter multiperan generasi terbaru yang diproduksi oleh perusahaan dirgantara asal Italia itu. Helikopter itu didesain untuk melakukan berbagai misi mulai dari pertempuran seperti mengantar pasukan atau infiltrasi hingga tugas evakuasi atau search and rescue (SAR).

Alutsista itu juga memiliki kabin yang cukup luas dan tanpa sekat serta pintu geser yang dipasangkan ke dua sisi. Fasilitas tersebut memungkinkan helikopter mengangkut 19 pasukan dengan perlengkapan tempurnya.

2. Mesin AW 149 bisa terbang nonstop hingga 4 jam dan 10 menit

Helikopter AW 149 buatan perusahaan dirgantara Italia, Leonardo yang dibidik oleh Kementerian Pertahanan. (Dokumentasi Leonardo)

Helikopter dengan berat kotor 8,6 ton ini punya pilihan dua mesin. Pembeli bisa memilih dipasangkan mesin General Electric CT7-2E1 dan 1 x Safran e-APU (60 kW) atau 2 x Safran Aneto-1K dan 1 x Safran e-APU (60 kW).

AW149 memiliki panjang keseluruhan 5,07 meter. Diameter baling-baling pun mencapai 14,60 meter.

Dengan bobot delapan ton, helikopter itu mampu terbang dengan maksimal ketinggian 6 kilometer. AW149 juga dapat menyentuh kecepatan maksimal 306 kilometer per jam.

Selain itu, helikopter tersebut juga mampu mencapai jarak jangkau terbang maksimum sejauh 954 kilometer. Mesin AW149 juga bisa terbang nonstop maksimal selama 4 jam 10 menit dengan catatan tergantung kondisi cuaca dan ketersediaan bahan bakar.

3. Helikopter AW-149 sudah digunakan oleh militer Mesir dan Polandia

Helikopter AW 149 buatan perusahaan dirgantara Italia, Leonardo yang dibidik oleh Kementerian Pertahanan. (Dokumentasi Leonardo)

Selain dibidik oleh Indonesia, helikopter AW 149 sudah lebih dulu dipesan oleh militer Mesir dan Polandia. Mesir memesan 24 helikopter pada 2019. Meskipun berdasarkan dokumen Pemerintah Italia, ekspor helikopter ke Mesir mencapai 32 unit.

Di mana 24 unit di antaranya adalah Helikopter AW 149 dan delapan sisanya adalah Helikopter AW 189. Mengutip situs The Avionist, pengiriman helikopter itu sudah berlangsung pada akhir 2020 hingga awal 2021.

Sedangkan militer Polandia memesan 32 helikopter AW 149 dengan nilai kontrak mencapai EUR 1,7 miliar. Kesepakatan itu tidak hanya mencakup rangka pesawat tetapi juga pelatihan, simulator, dukungan logistik dan peralatan misi. Pengiriman helikopter gelombang pertama dilakukan pada Oktober 2023 yakni dua unit.

Curated For You

Editorial Team

Related Article