Jumlah Lansia AS Diproyeksi Salip Anak-anak pada 2029, Ini Dampaknya

- Pada 2029, penduduk AS berusia 65 tahun ke atas diproyeksikan mencapai 69,9 juta, melampaui 69,3 juta anak di bawah 18 tahun.
- Penuaan generasi baby boom dan perlambatan kelahiran mempercepat pergeseran demografi; proyeksi persilangan maju lima tahun dari perkiraan 2034.
- Kesenjangan diperkirakan melebar hingga 2060, berpotensi menekan tenaga kerja serta meningkatkan kebutuhan layanan kesehatan dan perawatan lansia.
Amerika Serikat sedang mendekati perubahan besar dalam struktur penduduknya. Untuk pertama kalinya, jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas diproyeksikan melampaui jumlah anak-anak di bawah 18 tahun pada 2029. Kondisi ini terjadi karena generasi baby boom mulai memasuki usia lanjut, sementara jumlah kelahiran di AS dalam jangka panjang terus mengalami perlambatan.
Data proyeksi dari U.S. Census Bureau menunjukkan bahwa jarak antara kedua kelompok usia tersebut makin lama makin menyempit. Kalau tren ini berlanjut, perubahan komposisi penduduk tersebut bisa membawa dampak besar terhadap kehidupan ekonomi dan sosial di AS.
1. Jumlah lansia makin mendekati jumlah anak-anak

ilustrasi orang tua, lansia, New York, Amerika Serikat (pexels.com/Quintin Gellar) Pada 2000, perbedaan jumlah anak-anak dan lansia di AS masih sangat lebar. Saat itu, terdapat sekitar 72,4 juta penduduk berusia di bawah 18 tahun, sedangkan jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas hanya sekitar 35,1 juta orang. Artinya, jumlah anak-anak lebih dari dua kali lipat dibandingkan jumlah lansia. Namun, keseimbangan tersebut berubah cukup cepat dalam beberapa dekade terakhir.
Pada 2025, jumlah anak-anak diproyeksikan berada di sekitar 72 juta orang, sementara jumlah lansia sudah mencapai 64,6 juta orang. Setahun kemudian, jumlah lansia bahkan diperkirakan mencapai 65,1 juta, sedangkan anak-anak turun menjadi sekitar 70,4 juta. Titik pertemuan keduanya diproyeksikan terjadi pada 2029, ketika terdapat 69,9 juta lansia dan 69,3 juta anak-anak. Jadi, selisihnya memang tipis, tapi ini menjadi tonggak penting dalam perubahan demografi AS.
2. Generasi baby boom jadi salah satu pendorong utama

ilustrasi warga AS, bendera Amerika Serikat, orang tua, lansia (pexels.com/Mike Jones) Salah satu alasan jumlah lansia meningkat cukup cepat adalah semakin banyak anggota generasi baby boom yang memasuki usia 65 tahun. Generasi ini mencakup orang-orang yang lahir setelah Perang Dunia II, dan anggota terakhirnya yang lahir pada 1964 akan mencapai usia 65 tahun pada 2029. Karena orang-orang yang akan mencapai usia tersebut sudah lahir, jumlah lansia dalam beberapa tahun ke depan relatif lebih mudah diproyeksikan. Dengan kata lain, peningkatan jumlah lansia ini bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba.
Kondisi tersebut membuat perubahan demografi dalam jangka pendek menjadi relatif sulit dihindari. Sementara itu, jumlah anak-anak jauh lebih dipengaruhi oleh berapa banyak bayi yang lahir di masa mendatang dan faktor migrasi. Kalau jumlah kelahiran terus rendah, pertumbuhan kelompok usia muda tentu ikut tertekan. Jadi, kamu bisa melihat perubahan ini sebagai gabungan dari dua hal sekaligus, yaitu semakin banyak orang masuk usia lanjut dan semakin sedikit anak yang lahir.
3. Jumlah anak terus tertekan oleh rendahnya kelahiran

ilustrasi newborn (pexels.com/Vidal Balielo Jr.) Penurunan tingkat kesuburan menjadi salah satu faktor penting yang membuat titik persilangan antara lansia dan anak-anak datang lebih cepat. Proyeksi Census Bureau yang dirilis pada 2017 sebelumnya memperkirakan bahwa jumlah lansia akan melampaui jumlah anak-anak sekitar 2034. Namun, proyeksi terbaru memajukan perkiraan tersebut menjadi sekitar 2029, atau lima tahun lebih cepat.
Perubahan ini menunjukkan betapa besar pengaruh tren kelahiran terhadap struktur penduduk. Ketika jumlah bayi yang lahir semakin sedikit, jumlah anak-anak dalam populasi gak hanya tumbuh lebih lambat, tapi juga bisa terus menurun. Data proyeksi menunjukkan jumlah anak-anak di bawah 18 tahun diperkirakan turun dari 69,3 juta pada 2029 menjadi 64,3 juta pada 2060. Jadi, persoalannya bukan hanya lansia bertambah, tapi kelompok anak-anak juga diproyeksikan semakin kecil.
4. Dampaknya bisa terasa di dunia kerja dan layanan kesehatan

ilustrasi berangkat kerja, jalan kaki, karyawan kantoran, pekerja, New York, Amerika Serikat, jalan raya (pexels.com/Sora Shimazaki) Perubahan komposisi penduduk seperti ini berpotensi memengaruhi pasar tenaga kerja AS. Ketika proporsi penduduk lanjut usia makin besar, jumlah orang yang berada di usia kerja relatif menghadapi tantangan untuk menopang kebutuhan masyarakat yang semakin menua. Kondisi tersebut bisa membuat perusahaan dan pemerintah perlu memikirkan kembali bagaimana mempertahankan jumlah tenaga kerja di masa depan. Kebutuhan terhadap pekerja di berbagai sektor juga berpotensi berubah mengikuti struktur usia masyarakat.
Sektor kesehatan juga kemungkinan menghadapi permintaan yang semakin besar. Penduduk berusia 65 tahun ke atas umumnya membutuhkan layanan kesehatan dan perawatan yang berbeda dibandingkan kelompok usia muda. Ketika jumlah lansia terus meningkat hingga diproyeksikan mencapai 78,3 juta pada 2040, kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan, tenaga medis, hingga layanan perawatan lansia berpotensi ikut meningkat. Jadi, perubahan demografi ini bukan sekadar angka dalam grafik, tapi bisa memengaruhi berbagai layanan yang kamu lihat dalam kehidupan sehari-hari di AS.
5. Jarak jumlah lansia dan anak-anak bakal makin lebar

ilustrasi anak kecil bermain dengan teman, bendera Amerika Serikat (pexels.com/RDNE Stock project) Persilangan pada 2029 sebenarnya baru menjadi awal dari perubahan yang lebih besar. Pada 2030, jumlah lansia diproyeksikan mencapai 71,2 juta orang, sedangkan anak-anak berada di sekitar 69,1 juta orang. Artinya, hanya dalam satu tahun setelah titik persilangan, selisihnya sudah lebih dari 2 juta orang. Setelah itu, jaraknya diproyeksikan terus melebar.
Pada 2040, AS diperkirakan memiliki 78,3 juta penduduk berusia 65 tahun ke atas dibandingkan 67,8 juta anak-anak. Bahkan pada 2060, jumlah lansia diproyeksikan mencapai 88,8 juta, sedangkan anak-anak hanya sekitar 64,3 juta. Menariknya, skenario migrasi yang berbeda tetap memperkirakan persilangan ini terjadi sekitar 2028-2030. Jadi, migrasi memang bisa memperlambat perubahan tersebut, tapi berdasarkan proyeksi yang digunakan, tampaknya gak cukup untuk menghentikannya.
Jumlah lansia AS yang diproyeksikan melampaui anak-anak pada 2029 menunjukkan bahwa negara tersebut sedang memasuki fase demografi yang berbeda. Kalau pada 2000 anak-anak masih berjumlah lebih dari dua kali lipat lansia, kini jaraknya sudah hampir hilang.
Dalam beberapa dekade berikutnya, jumlah lansia bahkan diperkirakan terus meningkat ketika populasi anak-anak cenderung menurun. Perubahan ini pada akhirnya bisa memengaruhi kebutuhan tenaga kerja, layanan kesehatan, kebijakan publik, dan berbagai aspek kehidupan masyarakat AS.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















